Archive for » February, 2011 «

Day #1: Lombok, We’re In Love

Ehem, postingan edisi honeymoon nih :p

* * *

Semua bermula dari kebaikan seorang kawan di negeri Sakura. Inisialnya RM, dia memberikan kepada kita voucher menginap 4 hari 3 malam di Holiday Resort Lombok yang dimenangkannya melalui lomba fotografi Garuda secara cuma-cuma! Padahal, tadinya si mas mau beli voucher itu, loh. Cuman sayang kan kalau rezeki ditolak hihihi. Lumayan banget loh kalau mesti bayar biaya nginapnya di hotel berbintang 4 plus itu. Coba cek aja rate kamarnya di mari -> http://www.holidayresort-lombok.com/room/room.html Saya dan suami alhamdulillah dapet kamar yang Garden Chalet hehehe

Ketika itu, saya dan suami naik pesawat Lion Air langsung menuju Bandara Selaparang di Mataram, Lombok. Di antara maskapai lainnya yang menawarkan penerbangan langsung ke Mataram tanpa transit, ketika itu Lion Air adalah yang termurah (sekitar 2.4 juta untuk 2 orang PP). Hanya saja, di pesawat, kita gak dapet makanan apa-apa, even kacang ataupun permen. So, saran saya, better prepare makanan kecil entah roti sobek atau lainnya untuk di pesawat.

Perjalanan Jakarta-Mataram hanya memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Tidak terlalu lama juga tidak terlalu cepat. Oya, gak nyangka banget, ternyata dalam perjalanan Jakarta-Mataram ini kami berdua bertemu dengan senior Fasilkom 2002, Mbak Pita dan suaminya juga keluarganya. Kami satu pesawat! Saya dan suami duduk di bagian depan, sedangkan mereka di bagian belakang.

Bandara Selaparang

Setibanya di Bandara Selaparang, Mataram, kami disambut oleh sinar matahari yang cukup menyengat. Seketika itu, tersadarlah kami, bahwa ternyata barang-barang yang cukup penting seperti topi, sunglasses, dan sunblock lupa dibawa XD

Menuju ke hotel, kami tidak menggunakan taksi bandara, melainkan menggunakan Lombok Taxi yang tergabung dalam Blue Bird Group. Kenapa? Karena si mas punya setumpuk voucher taksi Blue Bird Group yang sayang sekali kalau tidak digunakan. Nilainya? Insya Allah cukup lah buat biaya transportasi selama tiga hari hihihi. Alhamdulillah :D Oya, repotnya, untuk menaiki Lombok Taxi ini, kita harus rela berjalan sedikit keluar bandara Selaparang. Di luar bandara, Lombok Taxi ini baru mudah dijumpai. Katanya sih, Lombok Taxi dilarang untuk ngetem di dalam bandara. Ya, bagi-bagi space kali ya ama yang lain..

Perjalanan dari tempat menginap kami yakni Holiday Resort di daerah Senggigi tidak terlalu lama. Mmmm, kalau gak salah sih, sekitar 30-40 menitan. Sesampainya di penginapan, setelah melakukan check-in, kami diberikan voucher untuk mengambil Welcome Drink di pool bar aka “kedai minum” di samping kolam renang. Kami yang sangat kehausan, merasa excited sekaligus takut-takut ketika menukarkan voucher Welcome Drink di pool bar. Maklumlah, wong botol-botol minuman yang di-display di kedai tersebut kebanyakan minuman (yang kami yakini) beralkohol. Mana di sana lagi ada bule-bule yang asik nyesap bir sambil ngerokok hahaha xD Ya, alhamdulillah, ternyata minuman yang kami dapat sebagai Welcome Drink itu ternyata teh Rosella :D Rasanya, gak terlalu manis gitu sih, cenderung sepet malah :p

Teh Rosella

Setelah puas menghabiskan minuman, kami memutuskan untuk masuk ke kamar dulu, menaruh barang-barang, salat zuhur, sekaligus makan siang (di kamar) :p Ya, kami sengaja membawa makanan instan seperti pop mie, super bubur, abon, kering kentang, biskuit, dll ke sana. Bawaannya sampai satu tas ransel sendiri loh hahaha (bangga ;p). Tujuannya ya biar terselamatkan kalo lagi keadaan darurat (ex: gak tau mau beli makanan ke mana, males keluar kamar, duit menipis *eh*). Hahaha..

Sorenya, kami memutuskan untuk pergi berjalan-jalan keliling resort. Ceritanya, pengen kenalan dulu sama daerahnya. Resortnya oke banget loh kalau menurut saya pribadi. Ada kolam renang di tengah-tengah resort. Kolamnya cukup sepi kala itu. Pikir saya sih mungkin karena lagi gak peak season, jadinya yang nginep di resort hanya turis-turis asing aja yang tidak terlalu banyak. Resortnya juga ternyata punya private beach sendiri. Nama pantainya kalo gak salah Mangsit ato apaa gitu. Pinggiran pantainya agak sempit, mungkin karena sore hari, jadi air lautnya lagi pasang. Tapi yang pasti, waktu itu saya dan suami main-main di pantai itu sampai lamaaa sekali. Pantainya cukup sepi, jadi ya, lumayan enaklah buat bersenda gurau berdua xp

Ehem.. Dilarang iri :p

Setelah puas bermain-main di pantai sambil berfoto-foto alay berlatar belakang sunset, kami pun menutup hari pertama di Lombok dengan candle light dinner di cafe di daerah Senggigi. Namanya Yessy’s Cafe. Kami tau cafe itu karena direkomendasikan oleh supir taksi yang mengantarkan kami hingga penginapan. Di cafe tersebut, kami mencoba makanan khas Lombok, yakni ayam taliwang, sate ikan, dan plecing kangkung! Sedap sekali (walau agak-agak pedes)!! Harga makanannya pun normal dan gak gila-gilaan. Alhamdulillah :D

Bersambung…

Our Wedding Path

Hihihi, I’ve been very berry super random today..

Accidentally went to Daisypath website and ended up making this thing:

Daisypath Anniversary tickers

Hope we’ll be together till death do us part

I love u, honey.. :*

Category: Random  Tags: ,  Leave a Comment

The Wedding: Review & (Sedikit) Tips

Halo halo semua… Akhirnya kesampaian untuk apdet blog lagi setelah sekian lama. Maklum, pengantin baru, minggu-minggu awal masih agak riweh heuheuu.. :D

Anyway, mungkin banyak yang nanya ya, “Gimana kehidupan setelah pernikahan?”

Kalau bagi saya, “It’s challenging and fun every day”. Yah, buat yang masih belum jelas ama jawabannya, mendingan langsung feel the experience deh xp (baca: cepetan nikah juga gih hahaha).

Btw, di postingan kali ini mau sedikit mengulas tentang segala hal teknis yang mesti diperhatikan oleh mereka yang akan menyelenggarakan pernikahan. Tentu saja, semuanya dilihat dari sudut pandang saya :D Semoga aja bisa bermanfaat deh, apalagi buat yang getol banget nanya-nanya saya dan suami ke YM maupun SMS ;p Saya jembrengin di sini deh semuanya (yang saya inget) hohoho..

Oya beware, ini cuman soal teknis hari H-nya ya.. Disertai dengan sedikit tips n trik #hayah

1.       Gedung

Alhamdulillah, pas nikahan saya Februari lalu, mencari gedung bukanlah hal yang sulit. Saya mendapat Auditorium Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM sebagai tempat pernikahan karena almarhum ayah saya juga om saya bekerja di Hukum & HAM. Jadilah, prosedur pengurusan gedung lebih mudah & kita dapat harga lebih murah.

Awalnya sih, kita mau mengadakan pesta di rumah saja yang murah meriah. Tapi, karena pertimbangan repot dan pasti capek beberesnya habis acara, jadilah pilihan dialihkan untuk mengadakan resepsi di luar. Tapi, kelebihannya kalo ngadain di rumah, kamu bisa menghemat cukup banyak biaya yang mungkin bisa dialihkan ke konsumsi.

Anyway, selain gedung, masjid pun bisa dijadikan alternatif untuk mengadakan resepsi pernikahan. Biasanya, masjid yang bisa dijadikan tempat resepsi adalah masjid yang memiliki ruang serba guna atau auditorium. Contohnya, masjid Al-Bakrie di Rasuna Said, masjid Sunda Kelapa, masjid Al-Bina Senayan, dll

2.       Undangan

Nah, sekarang tentang undangan. Biasanya ya, salah satu hal yang bisa bikin berdebat adalah tentang jumlah orang yang akan diundang baik melalui cetak atau online. Nah, kalau saya dan Sidik, dulu hanya membuat 250 undangan cetak. Undangan cetak tersebut adalah undangan yang khusus diberikan kepada keluarga (termasuk sepupu juga keluarga jauh baik dari pengantin pria maupun wanita), dosen/guru, dan teman kantor. Kalau untuk teman-teman zaman kuliah atau sekolah dulu kami sepakat untuk mengundangnya dengan memanfaatkan media online, seperti web pernikahan, twitter, Facebook, mailing list.

Kelebihannya, biaya untuk undangan bisa lebih dihemat, dan kita memberi space lebih kepada undangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai calon pengantin melalui website lalu menuliskan ucapannya di sana. Nah, kekurangannya, kalau menurut saya, tidak semua kemudian menjadi “aware” dengan adanya undangan yang dikirimkan melalui media online. Dari 900-an teman yang dikirimkan FB invitation hanya separuhnya saja yang menjawab (baik attending/not attending). Separuhnya lagi saya yakin, entah mereka sudah tidak aktif bermain FB lagi atau memang tidak sadar akan adanya FB invitation.

Nah, kalau sudah begini, sebenernya saya bingung bagaimana mengakalinya. Kecuali kalau misalnya pengantin tersebut tidak berkeberatan untuk mengirimkan undangan cetak kepada semuanya.

Btw, untuk membuat undangan cetak, saya merekomendasikan membuatnya di Pasar Tebet. Banyak sekali percetakan undangan yang bisa kamu lihat di lantai basement Pasar Tebet. Silakan pilih-pilih yang sesuai dengan kantong dan selera. Untuk harga undangan bervariasi. Bisa dari Rp 5.000 – Rp 15.000 per lembar. Saran saya sih satu aja, bikin undangan gak perlu terlalu mewah. Kalau undangannya bisa bermanfaat juga lebih baik. Karena pastinya, undangan tersebut kemungkinan besar hanya dibaca untuk kemudian dibuang jika sudah tidak digunakan. Sayang gak sih mengeluarkan sampai berjuta-juta rupiah untuk kemudian dibuang begitu saja xp

Kalau mau buat undangan yang unik jg bermanfaat, mungkin undangan tersebut bisa dipadukan dengan kalender, atau bentuk undangan kipas, dipadukan dengan note, dll.

Silakan berkreasi :D

3.       Konsumsi

Untuk pemesanan konsumsi, kalau bisa dapet dari kenalan keluarga, harganya bisa jadi lebih murah loh. Terus untuk jumlah konsumsi yang dipesan, biasanya sih 2 kali lipat dari jumlah undangannya. Karena biasanya, yang diundang atas nama satu orang, tapi anak/pacar/keluarga ikutan juga.

Misal orang yang diundang 250, maka siapkan 500 (250×2) porsi makanan untuk konsumsi. Ini maksudnya makanan utama loh. Kalau untuk makanan yang di gubugan, bisa jadi kamu pesen 100 porsi untuk tiap jenis makanan. Misal, 100 porsi siomay, 100 porsi dimsum, dll.

4.       Baju

Untuk baju pengantin, sebenernya ada beberapa pilihan. Kamu bisa beli, jahit, atau sewa. Kalo kemarin, saya milih sewa untuk baju akadnya, sedangkan untuk resepsinya saya memilih untuk jahit baju baru. Pertimbangannya sih, supaya baju resepsi nantinya bisa juga dipakai untuk menghadiri acara-acara pernikahan yang lain. Kebetulan baju resepsi saya kemarin, desainnya sengaja yang sederhana tapi charming.

Photo Courtesy: Muhammad Yudha Adhiatma

Untuk sewa, keuntungannya kamu bisa saja gonta-ganti baju sampe 3-4 kali saat resepsi. Biasanya satu baju itu disewakan 200-300ribu rupiah. Ini nyewanya sih bukan di tempat atau butik yang terkenal hehehe. Gak tau ya kalo di butik-butik gitu, harganya mungkin jauh lebih mahal.

5.       Hiburan

Untuk hiburan kemarin, kebetulan om dan tante saya yang baik hati mau membantu dengan mengenalkan pemain organ dan vokalis yang cukup oke. Katanya sih mereka biasa ngiringin Choky Sitohang gitu deh kalo ada acara. Gak tau juga ya :p

Overall, untuk hiburan, saya cuman bisa nyaranin kamu untuk bikin list lagu yang mau dimainkan. Kalau bisa sih udah dikasih list-nya paling tidak 2 minggu sebelum hari H. Biar penyanyinya bisa siap-siap untuk bawain lagu-lagu tersebut.

Kalau mau kreatif sedikit, kamu juga bisa minta tolong anak kampus untuk mengisi di slot hiburan ini loh.

6.       Rias

Untuk rias, biasanya sih dia udah sepaket sama penyewaan baju pengantinnya. Cuman kalo mau beda juga gak masalah. Kamu bisa coba untuk sewa jasa tukang rias di salon muslimah misalnya.

7.       Foto

Berhubung saya gak pake foto pre-wedding, maka kemarin saya dan suami mengakalinya dengan memesan karikatur wajah kita berdua yang sedang memakai baju pengantin dan mengucapkan “Selamat Datang”. Yang bikin karikatur waktu itu kebetulan sepupu saya, namanya Anin. Coba lihat hasilnya di bawah. Oke kan? Btw kalau kamu minat, bisa juga loh hubungin dia di anienday@yahoo.com atau twitter: @anienday

Photo Courtesy: Muhammad Yudha Adhiatma

Sedangkan untuk foto pas wedding-nya, saya pakai jasa dari kenalannya om. Waktu itu ngambil paket yang foto + video + interview.

8.       MC

Kalo saya kemarin, MC-nya itu dari tukang riasnya. Dan menurut saya sih MC-nya cukup oke hehehe..  At least, dia sudah biasa membawakan acara, jadi dia banyak membantu mengenai alur acara akad dan resepsi kita. Untuk MC, sebenernya kamu pun bisa menunjuk teman kamu untuk jadi MC.

9.       Suvenir

Nah, last but not least adalah suvenir. Berapa jumlah suvenir yang harus kamu siapkan? Kalo menurut saya, sama dengan jumlah undangan cetak yang disebarkan, tapi dilebihkan sedikit (misal dilebihkan 50). Untuk tempat belinya, cobalah ke Pasar Mester Jatinegara. Kalau saya dulu belinya di Zidane Souvenir. Banyak banget pilihan di sana! :D

Awalnya, saya sempat memilih ingin membeli green souvenir, semacam pohon atau bibit tanaman. Kan oke tuh, hehehe.. Tapi setelah dipikir-pikir lagi kekurangan dari suvenir ini adalah ukurannya. Kadang ada tamu yang gak mau membawa pulang suvenir pohon karena repot membawanya. Atau kalau misalnya suvenirnya bibit, rasanya seperti kurang pantas. Ya tapi itu terserah kamu juga sih. Hehehe ;)

* * *

Oke, mungkin itu sedikit tips dan trik untuk teknis menyelenggarakan resepsi pernikahan. Emm, apa justru lebih banyak review acara saya ya? Ahahah, biarlah. Semoga aja ada sedikit manfaat yang bisa diambil ;)

Oya tambahan, jangan lupa banyak-banyak istighfar, bersedekah, berbuat baik, meminta maaf kepada mereka yang tersakiti, dan berdoa sebelum hari H ya.. Kita kan gak akan tau, apa yang terjadi nanti walau kita merasa persiapannya sudah 100% oke. Semoga saja pada saat hari H, acara kita dihindarkan dari segala macam musibah yang mungkin terjadi. Amin ;D