Archive for » July, 2011 «

Meneruskan Studi?

Beberapa hari lalu saat saya menghadiri suatu acara seminar, saya bertemu dengan kakak kelas saya waktu di kampus. Karena memang kami tidak begitu saling mengenal waktu di kampus, akhirnya obrolan kami hanya berkisar soal kampus, dan sekitarnya.

Salah satu hal yang ditanyakan oleh kakak kelas saya tersebut adalah, “Nggak berencana ngelanjutin kuliah? S2 di kampus gitu?

Dengan cukup percaya diri saya menjawab bahwa saya berniat untuk melanjutkan studi master di luar Indonesia. Tidak dengan biaya sendiri tentunya, tapi dengan mencari beasiswa master yang banyak diadakan/diberikan oleh beragam lembaga.

—–

Ya, saya memang berencana suatu hari nanti akan meneruskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah, jenjang sarjana sudah saya lewati dengan cukup baik. Yah, walaupun tidak berhasil lulus tepat waktu (4 tahun, 8 semester) tapi dengan nilai yang sangat memuaskan. Dan karena jadi pejuang 45 (ini istilah saya dan teman-teman saya yang juga lulus 4,5 tahun), saya mendapatkan banyak pelajaran hidup yang cukup berpengaruh dalam jalan hidup saya. Dan yang paling utama, saya jadi ketemu jodoh saya sekarang, hehe Smile with tongue out

Nah, selanjutnya adalah jenjang S2 alias master. Pernah sih kepikiran pengen S2 di Indonesia aja, ngambil Magister Manajemen gitu di salah satu Institut/Sekolah Tinggi/Universitas. Tapi kok, dipikir-pikir sayang ya kalo saya belum berusaha dan mencoba mendapatkan beasiswa master ke luar Indonesia. Akhirnya, saya coba mencari-cari tahu tentang berbagai macam beasiswa yang ditawarkan bagi calon mahasiswa dari Indonesia. Mulai dari Erasmus Mundus, Fullbright, Stuned, AusAid, NTU, dll. Sempat tertarik sama salah satu program yang ada di Erasmus, yaitu IMMIT. Program ini memang satu-satunya dari sekian banyak program Master Erasmus yang sesuai dengan minat saya. Udah pernah nanya-nanya juga ke Mia yang sedang mengikuti program CIMET, salah satu program di Erasmus Mundus. Namun, setelah dipikir-pikir bahwa nantinya bakal cukup repot sewaktu mengurus VISA dan perijinan tinggal akan susah. (saat itu sudah ada konsideran bahwa nantinya saya sudah menikah dan akan mengajak istri saya ke Eropa)

Setelah itu, saya agak nggak prefer untuk mencoba beasiswa Erasmus. Saya prefer yang ke satu negara aja. Preferensi ini juga akhirnya cukup dipengaruhi oleh impian Leni yang pengen banget bisa menjejakkan kakinya di negeri Londo alias Belanda alias Netherlands. Yup, betul banget! Saya berencana Insya Allah nanti akan meneruskan studi master di Belanda. Saya juga sudah melakukan riset kecil-kecilan soal beasiswa apa saja yang tersedia, program studi yang ingin saya ambil, universitas pilihan, hingga persyaratan yang perlu saya persiapkan.

Dari sekian banyak pilihan yang tersedia, saya masih memilih domain Teknologi Informasi dan agak beririsan juga dengan bisnis dan manajemen. Salah satu program yang paling saya idamkan adalah M.Sc. Manajemen of Technology di Technische Universiteit Delft (TU Delft) alias Delft University of Technology di Delft, Belanda. Ada juga beberapa program lain seperti M.Sc. Business Information Systems di Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) alias Eindhoven University of Technology, atau M.Sc. Business Information Technology di University of Twente.

Bisa dilihat ketiganya mempunyai beberapa kemiripan. 1) Ketiganya program Master of Science alias gelarnya M.Sc. 2) Domain ilmu nya agak beririsan, yaitu management, business, dan information technology. 3) Sama-sama di Belanda, hehe.

Itu untuk programnya. Kalo beasiswanya ada beberapa yang ditawarkan untuk bisa meneruskan studi ke Belanda. Ada StuNed, Huygens, NFP, Shell, sampai beasiswa dari Kemenkominfo. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://www.nesoindonesia.or.id/

Nantinya saya akan mencoba untuk apply salah satu program beasiswa itu, tapi sepertinya yang paling feasible adalah beasiswa dari kemenkominfo. Insya Allah, sekarang saya dalam tahap menyiapkan segala macam kebutuhan, hehe…

“Terus, kapan apply nya?”

“Insya Allah, paling cepat tahun 2013 atau 2014.”

“Loh kok masih lama?” Ya gapapa, hehe. Soalnya saya baru aja masuk di kantor yang sekarang, dan saya masih betah untuk terus belajar dan mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja. Saya masih ingin berprestasi di perusahaan ini, minimal menjadi peraih Star Awards lah #eaaaa. Ditambah lagi, beasiswa yang saya mau apply butuh persyaratan minimum 2 tahun pengalaman kerja.

Sipp deeeeeh… Semoga diberikan kelancaran oleh Allah yaaa… Buat temen-temen yang punya niat untuk meneruskan studi ke luar Indonesia, berjuang bersama-sama yuuuk!

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumuah ayat 10)

Ibu Hamil Berpuasa? Bolehkah?

Ya, seorang wanita hamil tetap dapat berpuasa selama kehamilannya, asalkan sanggup memenuhi asupan gizi dan kalori yang diperlukan selama kehamilannya ini untuk perkembangan dan pertumbuhan bayinya.

Selama berpuasa asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 % karbohidrat, 30 % protein, dan 10-20 % lemak. Hanya waktunya yang dipindah, semua asupan dipenuhi pada saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka – sahur.

Selama hamil, asupan kalori sangat diperlukan sebagai nutrisi untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam kandungan. Jadi bagi ibu hamil, sebaiknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dimakan saat sahur, berbuka puasa dan waktu antara berbuka – sahur.

Dan sebaiknya ibu hamil memutuskan puasanya bila:

- ibu hamil muda dengan morning sickness atau mual-muntah saat kehamilannya

- ibu hamil dengan komplikasi lain atau ibu hamil yang kehamilannya bermasalah, seperti ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, atau kencing manis, atau gangguan pencernaan dll

- percayalah terhadap isyarat tubuh Anda, bila Anda merasa sangat lelah dan tidak dapat melanjutkan puasa, pusing, gemetar, mual, dan demam (ini adalah gejala berkurangnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia)); dan menyadari bahwa asupan kalori makanan untuk kehamilan Anda tak mencukupi, maka ibu hamil sebaiknya memutuskan yang terbaik untuk dirinya dan juga bayi dalam kandungannya. Memaksakan berpuasa hanya akan mengganggu perkembangan janin

Lalu, bagaimana jika ibu hamil tidak berpuasa?

Untuk ibu hamil yang mengkhawatirkan keadaan dirinya saja bila berpuasa dan untuk ibu hamil yang mengkhawatirkan keadaan dirinya serta janin bila berpuasa maka keadaannya disamakan dengan orang yang sedang sakit. Sang ibu wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)

Sedangkan, untuk ibu hamil yang tidak berpuasa karena mengkhawatirkan keadaan janin (kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan) maka ada tiga pendapat berbeda dari para ulama: membayar qadha saja (Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa’di rahimahumallah); membayar fidyah saja (HR. Abu Dawud, Qs. Al-Baqarah [2]: 184); mengqadha dengan disertai membayar fidyah.

Sumber: http://www.infoibu.com/ dan http://muslimah.or.id

Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Pilihan untuk menjadi seorang entrepreneur merupakan pilihan yang saya rasa cukup berat. Apalagi jika bidang usaha yang dipilih memang butuh persiapan ekstra dan tidak sebentar. Setiap hari, mayoritas waktu yang ada dihabiskan di rumah, mempersiapkan hal-hal teknis dan segala macamnya sebelum bisa di-launching ke pasaran. Belum dana yang berasal dari kantong sendiri membuat diri terkadang sedikit menahan nafas. Bukannya gak mau cari investor, tapi saya adalah tipe orang yang pengen semuanya settle dulu dan jalan. Kalo sudah ready baru berani “berkoar-koar” menawarkannya juga membuka jaringannya ke orang-orang. Juga bukan tipe orang yang suka masukkin karya ke kompetisi kalo baru sekedar ide. Susah yee…

Yang paling sulit dari pilihan jalan ini tentu saja omongan dari orang-orang terdekat. Orang tua yang masih susah nerima kalo anaknya udah “gak kerja” lagi. Suka disindir-sindir dikit dan lain sebagainya. Susah sekali rasanya memasukkan opini bahwa menjadi pengusaha juga adalah pilihan hidup yang gak kalah baik dengan menjadi pekerja. Susah sekali bilang kalau apa yang ingin diusahakan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Beda kalo memang ingin jadi reseller produk-produk yang udah jadi ato lainnya. Kadang nangis emang temen terbaik (karena habis itu ngerasa sedikit lega hehehe) #maklumbumilsensitif #halah

Cuman saya masih bisa semangat, karena saya yakin insya Allah apa yang saya usahakan ini akan ada hasilnya. Karena saya yakin ide saya ini cukup baik dan bisa diimplementasikan.. Kalo apa yang saya usahakan ini nanti berhasil, insya Allah akan nambah satu pelajaran lagi di keluarga saya, bahwa menjadi entrepreneur itu juga oke dan layak dijadikan pilihan hidup. Udah ah curhatnya, sori ya, jadi melo nih hoho

Oya ini beberapa quotes soal entrepreneurship yang ngena di saya… Sharing ah, siapa tau ada yang butuh doping juga kayak saya hahaha

If you are not willing to risk the unusual, you will have to settle for the ordinary. – Jim Rohn

It is always the start that requires the greatest effort. – James Cash Penney (setuju banget om, sampai bersimbah darah dan air mata #halah)

I can accept failure, everyone fails at something. But I can’t accept not trying. – Michael Jordan

You take on the responsibility for making your dream a reality. – Les Brown (yeah, yeah, i’m trying so d*mn hard to making my dream a reality!)

Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will. – Zig Ziglar (baiklah, cemunguuuudh!!)

Success is how high you bounce after you hit bottom. – General George Patton (i’ll bounce really really high after all of this “silentness”)

Try, try, try, and keep on trying is the rule that must be followed to become an expert in anything. –W. Clement Stone

Don’t just read the easy stuff. You may be entertained by it, but you will never grow from it. – Jim Rohn

All achievements, all earned riches, have their beginning in an idea. – Napoleon Hill

Entrepreneurship is neither a science nor an art. It is a practice. – Peter Drucker

Success is walking from failure to failure with no loss of enthusiasm. – Winston Churchill (i will not go down!)

I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work .- Thomas Edison

Ngidam Katamari Damacy! :p

Beberapa hari yang lalu, saya mosting dua status tentang Katamari Damacy ini di Twitter dan FB.

Kira-kira bernada begini, “Ada yang tau Katamari Damacy. Games versi PC-nya ada gak ya?”

Yep, gak ada angin gak ada hujan, saya tiba-tiba keingetan sama memori masa kecil di mana ketika itu saya sukaaaaa banget-bangetan mainin game ini di PS2 :p Dan saya tiba-tiba ngidaaaam banget pengen mainin game ini lagi (halah, ngidam opo ngidam). Tapi, sedihnya, dua status saya di Twitter dan FB gak ada yang bales. Pada gak tau game Katamari Damacy apa yak? Gak gaul banget, sih *minta dijitak* :p

Lihat tuh, banyak benda-benda yang nempel di Katamari dan membuatnya makin besar

Katamari Damacy ini game yang asik banget menurut saya :p Mungkin tidak menurut yang lainnya hehehe. Dibekali sebuah bola kecil yang disebut katamari, kamu ditugaskan untuk “melindas” objek-objek yang ada di sekitar, seperti gunting, pensil, dan lain-lain yang pada akhirnya akan menempel di katamari dan membuat katamari menjadi semakin besar, besar, dan besaaaaaaar hingga akhirnya katamari juga bisa “melindas” orang, juga gedung-gedung untuk pada akhirnya menjelma menjadi bintang. Behhh, kalimatnya panjang banget dan gak efektif hehehe :p

Intinya, sih begitu. Misi besarnya untuk membangun kembali bintang-bintang, konstelasi, dan bulan (Moon), yang sengaja dihancurkan oleh Raja Semua Cosmos. Seru deh, seru banget hahaha.. Apalagi pas lihat si katamari udah bisa ngelindes orang-orang, sapi, bahkan gedung. Feel awesome *aneh ya* :p

Ya, buat semuanya yang baca postingan ini dan pernah main Katamari Damacy. Please help me, ya.. Kasih info gitu ada gak sih Katamari yang bisa dimainin di PC hehehe. Sekarang sih saya lagi-lagi nyari Katamari Forever yang katanya bisa dimainin di PS3. Semoga aja bisa dapet! :p

Buat yang penasaran Katamari Damacy kayak gimana, ini videonya:

Ibu Hamil Travelling? Yuk Mari…

Sebenernya, travelling atau bepergian jauh untuk ibu hamil yang usia kandungannya baru trimester 1 (0-12 minggu) itu merupakan sebuah LARANGAN (kalo kata dokter kandungan saya hehehe). Katanya sih karena, kandungan belum benar-benar kuat pas trimester 1. Tapi, weekend kemaren, saya terpaksa melanggar LARANGAN tersebut karena sudah kadung membeli tiket ke Semarang untuk menghadiri nikahan sepupu saya sekaligus nyekar ke makam almarhum ayah saya. Si ibu dokter sampai bilang dengan kata-kata yang terdengar agak ditekan, “Yah, walaupun sebenernya melanggar LARANGAN, tapi ya sudah gapapa. Asal yakin kuat ya bu. Jangan lupa bawa bantal juga untuk nyangga duduknya.” Hahaha, saya waktu itu cuman bisa pasrah aja. Tiketnya udah dibeli, plus lagi, mama saya sudah berkeinginan kuat (dan gak bisa dibantah), kalo saya juga suami mesti nyekar ke makam almarhum papa sebelum lebaran #nyengirsuperlebar

Okeh, singkat kata, bisa dibilang perjalanan travelling weekend lalu sangat super duper melelahkan. Bayangin aja, perjalanan dimulai dari Jakarta (Lb. Bulus) – Semarang yang ditempuh dari jam 17.00 Jumat hingga jam 04.30-an Sabtu. Hampir 12 jam berada di jalanan. Udah gitu, supir bisnya juga ajib banget nyetirnya. Ngebut jaya sampe-sampe ratusan truk-truk gede disalip terus sama dia. Terus, sesampainya di Semarang sendiri, perjalanan pun lantas berlanjut ke Demak. Satu jam perjalanan ditempuh dari Semarang ke Demak. Di Demak sendiri diajak keliling ke makam Sunan Kalijaga, pangeran Wijil V, baru makam almarhum papa dan keluarga besar. Untunglah semuanya berada dalam satu kompleks yang sama. Gak kebayang, kalo tempatnya pisah-pisah. Dari Demak, perjalanan kembali lagi ke Semarang yang kemudian dilanjutkan lagi ke Salatiga. Di Salatiga, ada acara siraman dan midodareni sepupu soalnya. Nah, Minggu-nya baru deh perjalanan dari Salatiga ke stasiun Tuntang untuk menghadiri akad sepupu saya itu. Hari Minggu diakhiri dengan perjalanan yang lebih melelahkan, yaitu perjalanan pulang dari Semarang ke Jakarta yang memakan waktu lebih dari 12 jam >_< Kenapa perjalanan pulang lebih lama? Karena ada perbaikan jalan di beberapa daerah, seperti di Semarang sendiri, di Indramayu, juga Pantura. Gak lagi-lagi deh bepergian jauh dengan bis pas lagi hamil. Capek banget! Sempet pula pusing-pusing dan mual pengen muntah. Tapi tetep bersyukur alhamdulillah masih dalam keadaan bugar hingga postingan ini dituliskan hehehe..

Ya, pelajaran yang mau di-share sih, kalo bumil terpaksa banget melakukan perjalanan jauh ke luar kota bahkan bisa sampai lebih dari 10 jam perjalanan, jangan lupakan hal-hal ini:

-          Kalo bisa jangan naik bis, beli aja tiket kereta ato pesawat gitu, hehehe.. Soalnya naik bis itu repotnya kalo mau buang air kecil (buang air kecil di wc bis butuh keahlian untuk gak jatoh-jatoh apalagi pas bisnya ngebut di jalan). Naik bis juga kerasa banget kalo jalannya lagi jelek ato rusak. Goyang banget deh.. xD

-          Kalo udah terlanjur naik bis, jangan lupa bawa bantal kecil untuk alas punggung kalo capek duduk. Jangan lupa juga bawa jaket tebel, AC bis cukup dingin loh. Bawa pula persediaan makanan kecil dan minuman untuk teman selama perjalanan. Karena kalo naik bis, cuman berhenti sekali aja di rumah makan yang kadang rasa makanannya gak jelas. Jadi, daripada mual muntah, mendingan bawa makanan sendiri.

-          Jangan lupa bawa vitamin-vitamin atau obat untuk kandungan yang sudah diberikan sama dokter. Bawa susu hamil juga disarankan. Kan nanti susunya bisa dibuat pas di hotel/rumah saudara.

-          Kalo ada waktu untuk istirahat dalam perjalanan, di hotel, atau di rumah saudara, manfaatkan waktu tersebut. Biarin aja dibilang kebo, karena bumil kan memang harus menjaga banget kesehatannya dan gak boleh terlalu capek.

-          Jangan males bersih-bersih badan kalo ada kesempatan untuk itu. Karena kebersihan bumil juga perlu dijaga.

-          Positive thinking kalo semuanya bakalan berjalan baik-baik aja.

-          Sering-seringlah berdoa di dalam perjalanan untuk kesehatan Anda dan si dedek dalam kandungan hehehe

Kayaknya itu aja beberapa tips-nya. Semoga berguna buat bumil sekalian :D