Archive for » September, 2011 «

Rekomendasi Buku, Please?

Salah satu kegemaran saya adalah membaca. Biasanya sih buku yang suka dilahap itu sebangsa Laskar Pelangi, Harry Potter, 5 cm, buku-bukunya Kang Abik, dan lain-lain. Kebanyakkan memang novel. Tapi, sekarang saya lagi kekurangan stok bacaan. Bukan karena tidak banyaknya buku-buku baru menarik yang ada di pasaran. Tapi, gak tau kenapa saya jadi milih-milih buku banget sekarang. Apa efek hamil? *serius gak nyambung* :p

Gak hanya milih-milih, selera saya akhir-akhir ini jadi agak bergeser. Saya yang biasanya gak terlalu suka buku-buku komedi seperti bukunya Raditya Dika atau buku-buku dari Bukune, sekarang jadi suka. Kemarin habis baca “Poconggg juga Pocong” dan herannya saya suka banget, tumben loh. Sedangkan pas saya baca novel “2″ dari Donny Dirgantoro herannya saya gak suka hahaha. Awal-awal bab dari novel itu menurut saya aneh dan bikin saya malas melanjutkan baca. Haduhhhh padahal udah beli mahal-mahal -_-

Ya gitu deh, intinya saya lagi butuh banget nih kayaknya bahan masukkan dan rekomendasi dari kawan-kawan sekalian untuk buku yang oke dibaca. Sepertinya sih saya lagi butuh buku-buku yang ringan dan bikin ketawa-ketawa kali yeee. Any recommendation, please? :p

The Beginning of A New Journey

Well yeah, i can say to you that i dedicate this year as the beginning of my new journey as an entrepreneur :)

Keputusan yang sulit tapi insya Allah gak akan saya sesali karena ini sesuai dengan passion saya. Menjadi entrepreneur yang gak hanya menjual sesuatu, tapi juga meng-create sesuatu dan memberikan nilai di dalamnya. Sulit tapi saya senang. So, there’s no losing point here.

Rasa-rasanya ingin memberi jutaan pelukan dan kecupan hangat untuk mereka-mereka yang selalu mendukung langkah saya. Untuk hubby saya Sidik yang oke tiada tara! Thank u for your full support to me. Makasih ya udah jadi mentor yang ngajarin cara presentasi yang oke dan selalu ngasih 2nd opinion untuk tiap langkah yang diambil. Kamu itu super smart, honest, to-the-point, detail, sering bawel, ribet, bukan tipe yang bisa disukai semua orang, but i love it all coz i really know the real “super-kind” of u :D Makasih selalu percaya sama aku, percaya kalo aku itu mampu, sangat mampu, bahkan bisa lebih sukses dari yang sudah lalu, tapi sayangnya sering terhalang oleh sifat pemalu. Yup, saya memang tipe yang gak terlalu suka disorot, prefer behind the spot and talk by action, but I’ll prove to you hon sedikit demi sedikit insya Allah bisa lebih pede untuk berada di depan.. :)

Dan untuk yang lainnya, untuk keluarga yang selalu mendukung (adik saya Wawan yang semangat sekali dengan Talknesia, sepupu saya Anin dengan desain-desain ciamik), teman-teman yang percaya saya mampu, all of you doain ya saya bisa bertahan dan naik level di perjalanan baru ini.

Yup, this is the beginning of a new journey for me and Talknesia family. Kami tahu gak bakalan mudah, tapi yang pasti kami gak bakalan nyerah ;)

* * *

Btw, mau berbagi beberapa media coverage nih soal Talknesia. Walaupun baru dikit tapi lumayan lah ya untuk sebuah awalan dari perjalanan baru hehehe :D

1. Indonesia Berprestasi -> TalkNesia: Mengajak Anda menjadi “Duta Bangsa”

Ini pas saya diundang sama StartupLokal untuk pitching di acara meetup-nya. Padahal waktu itu saya belum berkeinginan untuk maju pitching dan hanya ingin lihat-lihat saja, tapi karena diundang, why not? Sekalian uji nyali hahaha #apadeh

2. Kompas -> Tak Melulu Soal Dunia Perempuan

3. Ciputra Entrepreneurship -> Dari Startup Lokal Meetup v.17: Entrepreneur Wanita Makin Perkasa

4. Chip Online -> Start Up Meet Up V.17, Perempuan Juga Bisa Sukses Berbisnis

Makasih mbak Vera Lingga yang sudah meminta saya berbagi sedikit opini di kolom “Women Who Launch” ketika pertama kali diluncurkan. Semoga kita sama-sama bisa sukses ke depannya, mbak!

5. WomanBizLife.Com -> Kolom “Women Who Launch”

Self-esteem must be earned! When you dare to dream, dare to follow that dream, dare to suffer through the pain, sacrifice, self-doubts, and friction from the world, you will genuinely impress yourself.

18 Minggu ++

Dear friends,

Maafkan saya sudah lama tidak apdet *emang ada yang nyariin ya haha* :p

Okeh, saya mau cerita lagi soal kehamilan saya yang sekarang sebenarnya sudah jalan 19 minggu (4.5 bulan-an! gak kerasa ya!).

Sabtu lalu, saya kembali memeriksakan kehamilan saya ke dokter. Momen ini selalu menjadi momen favorit saya! Karena saya bisa liat si dedek bayi di layar USG. Hi sweet baby, mommy and daddy are visiting you :D

Alhamdulillah, sewaktu di-USG kemarin semua normal-normal saja kata dokternya. Si dedek bayi tulang punggungnya sudah makin keliatan, badannya juga membesar (ya iyalah hehe). Beratnya mencapai 244 gram dengan panjang 16.8 cm.

Sebenernya, seperti yang saya baca-baca di internet, di usia kehamilan 18 minggu-an si dedek bayi seharusnya sudah bisa keliatan jenis kelaminnya. Tapi, kemarin pas mau dilihat, si dedek malu-malu. Kedua pahanya dikempit jadi belum bisa terlihat jelas apakah ada sesuatu yang “menonjol” di sana atau biasa-biasa saja hahaha. Ya sudahlah, saya juga gak mau memaksa. Mungkin saja di kontrol berikutnya, si dedek mau membuka pahanya xD #haduh #apadeh

Oya kemarin, pas awal-awal diperiksa si dedek rada gerak-gerak dikit. Hihihi. Tapi pas dokter manggil-manggil ayahnya untuk ikutan ngeliat juga, si dedek langsung diem gak mau gerak. Hahahaha. Dokternya nyoba bangunin si dedek dengan mengetuk-ngetuk perut saya, tapi dedeknya tetep gak mau bangun untuk gerak-gerak. Takut kali ya sama ayahnya hahaha :) )

But, overall, entah ini bener atau gak, sejak kehamilan saya memasuki 4 bulan, saya ngerasa bener-bener ada sesuatu yang “beda” di perut saya. Yang biasanya saya kalau jalan seperti gak membawa apa-apa di perut, sekarang kerasa banget seperti ada sesuatu di perut. Kerasa lebih berat. Dan kadang-kadang suka ngerasa juga seperti ada kibasan-kibasan halus atau semacam “kitikan” di perut saya. Saya sih yakinnya si dedek lagi gerak-gerak pas saya merasakan hal tersebut. Mungkin lagi ngulet atau gak tahu lagi ngapain hihi. Saya sih berharap semoga dalam waktu dekat ini udah bisa ngerasain gerakan si dedek lebih jelas xD Tapi, semoga juga nonjok atau nendangnya gak kuat-kuat :p

Oya, anyway, hari Minggu kemarin juga ngadain syukuran 4 bulanan untuk si dedek. Dalam Islam memang tidak ada hukum yang mewajibkan atau menyunnahkan syukuran 4 bulanan ini, tapi saya dan suami tetap sepakat untuk mengadakannya. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan bersyukur dengan mengundang beberapa anak yatim dalam pengajian yang kami adakan. Tidak masalah, kan jika seperti itu? ;D

Di pengajian, ada beberapa kalimat dari ustadz yang sedikit bikin saya merinding. Ustadz berkata bahwa saat 4 bulan inilah, selain ruh dedek ditiupkan, takdirnya juga dituliskan. Hidup matinya, rezekinya, jodohnya. Allahuakbar, tiba-tiba saja saya langsung loncat ke beberapa tahun ke depan juga ke beberapa puluh tahun ke depan. Saya jadi membayangkan ketika anak kami beranjak besar, remaja, lalu kemudian dewasa. Jadi apakah ia nanti? Akankah ia jadi seseorang yang bermanfaat atau sebaliknya. Siapakah jodohnya? Bagaimana ia membangun keluarga dan sebagainya. Mikirin itu, rasanya tiba-tiba berat. Menjadi orang tua bukan sekedar melahirkannya ke dunia, tapi juga bertanggungjawab mengantarkannya meraih masa depan yang baik. Walaupun pada akhirnya hidup matinya, rezekinya, dan jodohnya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Semoga Engkau menuliskan yang baik untuknya ya Allah. Dan semoga kami bisa jadi orang tua yang baik untuknya. Mohon doanya juga ya teman! :)

Anyway, untuk teman-teman yang berminat ngadain syukuran 4 bulanan juga, ini saya attach doa-doa yang kemarin dibawakan di pengajian. Semoga bermanfaat ya. Feel free to download it :D

Syukuran 4 Bulan

Lebaran Pertama Setelah Menikah

Lebaran Idul Fithri memang sudah lewat sekitar sepekan. Namun, banyak cerita yang saya dan Leni dapat dari Lebaran kali ini.

Ya, lebaran kali ini adalah lebaran pertama kami berdua sebagai pasangan suami istri. Tentunya banyak penyesuaian yang harus kami lakukan terkait dengan hal ini. Sebenarnya sih penyesuaian itu sudah mulai kami lakukan dari awal Ramadhan dan sebulan penuh. Pertama kali juga kan bagi saya sewaktu bangun sahur ada wanita cantik di sebelahnya Smile with tongue out . Perlu penyesuaian juga dengan kebiasaan sahur dan berbuka di keluarga baru, dan penyesuaian lainnya.

Kembali ke soal Lebaran, Alhamdulillah tahun ini saya dan Leni berlebaran hari pertama dan melaksanakan Sholat ‘Ied di wilayah rumah orangtua saya di Kemayoran. Kami berdua sudah ‘mudik’ ke sana dari hari Ahad siang. Kebetulan lebaran tahun ini semua anak-anaknya Ibu Bapak pada ngumpul di rumah. Dan tahun ini bertambah 1 anggota yaitu Leni, jadi total ada 15 orang keluarga Sutikno. Ditambah lagi dengan 2 ‘calon’ anggota yang masih berada di kandungan Mbak Septi dan Leni, hehehe… Insya Allah tahun depan (kalau masih dikasih kesempatan ketemu Ramadhan dan Idul Fithri) pasti tambah rame deh rumah Kemayoran.

Oiya, lebaran tahun ini juga pertama kalinya bagi Leni merayakan Idul Fithri hari pertama jauh (ya nggak jauh banget sih, cuma Gandul-Kemayoran) dari Mama dan Wawan.

Nah, karena banyaknya pertama kali bagi kami berdua itu, sehingga agenda terasa begitu padat bagi kami berdua. Senin-Selasa-Rabu pagi full dengan keluarga saya dan keluarga besar saat silaturahim Idul Fithri. Rencananya kami akan dijemput Rabu malam oleh Mama dan Wawan untuk kembali ke Gandul. Namun ada perubahan rencana dan kami dijemput jam setengah 3 hari Rabu, sekaligus Mama dan Wawan silaturahim ke keluarga saya.

Pulang dari Kemayoran, ternyata kami tidak langsung menuju Gandul. Kami langsung mulai berkunjung ke keluarga besar dan saudaranya Leni baik dari Papa maupun Mama. Jadilah Rabu siang-Kamis full kami berkeliling Jakarta dan sekitarnya untuk silaturahim. Alhamdulillah Jumat ada kesempatan untuk beristirahat bagi saya dan Leni, karena kebetulan saya juga mulai sakit perut saat itu, hehehe. Sabtu ada berita duka dari Eyang keluarga Leni, jadilah Sabtu itu juga kami ta’ziyah hingga memakamkan dan sekalian juga silaturahim. Ya bisa dibilang sepekan kemarin dari hari Ahad-Sabtu agendanya full silaturahim dengan keluarga kami berdua.

Sebagai anggota baru dari keluarga besar masing-masing, saya dan Leni mengalami serangkaian pengalaman baru dengan keluarga masing-masing. Ya sejujurnya ga semuanya berjalan mulus dan tanpa hambatan, tapi kami berdua berusaha sebaik mungkin untuk menjadi bagian yang baik dari keluarga. Alhamdulillah juga kami berdua bisa kompak saling mendukung dan menyemangati satu sama lain, sehingga bisa menyesuaikan diri alias adaptasi dengan lebih baik.

Pengalaman ini mungkin juga dialami oleh sebagian besar pasangan baru yang melewati Ramadhan dan Idul Fitri bersama untuk pertama kalinya. Kalo bagi saya sendiri, impact nya lumayan karena sampai membuat saya tidak sempat membalas ucapan lebaran lewat sms, bbm, atau tweet kepada saya. Insya Allah walaupun akhirnya tidak saya balas, saya sudah memaafkan semuanya dan juga mendoakan kita semua semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT. Maafkan saya ya karena tidak membalas Smile

Taqaballahu minna wa minkum.

C360_2011-08-31 11-53-01

Foto Rafif dan Naufal, 2 keponakan kami yang ganteng. Saya dan Leni sampai lupa foto berdua pas Lebaran *___*