Memupuk Kebiasaan Menumbuhkan Karakter
Saya dan Sidik pernah berbincang bahwa anak adalah investasi masa depan yang sangat penting. Karena itu, perlu dibekali dengan hal-hal baik. Dengan harapan, supaya di akhirnya ia memberikan return yang baik pula. Return yang sangat kami harapkan salah satunya adalah anak kami dapat tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter baik, kuat, juga berakhlak mulia.
Karena itulah, kami sepakat untuk memberi Hani “pembekalan” dengan memupuk kebiasaan-kebiasaan baik. Sebagai contoh, untuk memupuk kemandirian, kami tidak membiasakan Hani didorong-dorong dengan stroller ketika kami sedang bepergian di luar. Kami membiarkan Hani untuk bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya.
So, ketika anak-anak seusianya (atau bahkan lebih tua) “dimanjakan” dengan stroller ketika berjalan-jalan di luar, Hani dengan cerianya melangkahkan kaki kecilnya ke sana kemari menuju hal-hal yang membuatnya tertarik.
Masih untuk kemandirian, ketika sesi makan berlangsung, saya terkadang turut memberikannya sendok kecil agar ia juga merasakan bagaimana serunya makan sendiri. Alhamdulillah, di usianya yang hampir menginjak 14 bulan, Hani sudah semakin jago menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya.
Banyak hal lain juga yang kami coba bekali untuk Hani. Kami berusaha membuat Hani akrab dengan buku dan mengurangi interaksinya dengan TV (walau tontonannya film khusus “baby”).
Mengapa? Sebagai informasi, TV dapat mengurangi interaksi verbal antara orang tua dan bayi, yang dapat menunda pengembangan bahasa anak-anak (Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Juni 2009). Karena itu, kami berusaha, untuk mengakrabkan Hani dengan buku. Melalui buku kami ikutan terlibat dalam interaksi verbal, bercerita mengenai hal-hal yang tertera di buku kepada Hani
Hani pun sudah mulai kami berikan “toilet training”. Jika ingin pup, kami giring Hani ke toilet dan memberikannya dudukan khusus. Sebelum masuk ke bak mandi pun, saya berikan instruksi kepada Hani untuk pipis dulu.
Dan masih banyak kebiasaan baik lainnya yang kami berusaha pupuk sejak dini. Karena kami sadar, karakter terbentuk melalui kebiasaan. Jika ingin anak dengan karakter baik, mulailah pupuk kebiasaan baik dari sekarang. Pastinya tidak mudah, tetapi setidaknya, sebagai orangtua kita harus mengusahakan yang terbaik.
Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih ~ Helen Keller








*




Recent Comments