Archive for the Category »Hania Alessia Shidqi «

Memupuk Kebiasaan Menumbuhkan Karakter

Saya dan Sidik pernah berbincang bahwa anak adalah investasi masa depan yang sangat penting. Karena itu, perlu dibekali dengan hal-hal baik. Dengan harapan, supaya di akhirnya ia memberikan return yang baik pula. Return yang sangat kami harapkan salah satunya adalah anak kami dapat tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter baik, kuat, juga berakhlak mulia.

Karena itulah, kami sepakat untuk memberi Hani “pembekalan” dengan memupuk kebiasaan-kebiasaan baik. Sebagai contoh, untuk memupuk kemandirian, kami tidak membiasakan Hani didorong-dorong dengan stroller ketika kami sedang bepergian di luar. Kami membiarkan Hani untuk bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya.

Hani berjalan-jalan di taman dan tanpa takut mengejar-ngejar kucing

Hani berjalan-jalan di taman dan tanpa takut mengejar-ngejar kucing

So, ketika anak-anak seusianya (atau bahkan lebih tua) “dimanjakan” dengan stroller ketika berjalan-jalan di luar, Hani dengan cerianya melangkahkan kaki kecilnya ke sana kemari menuju hal-hal yang membuatnya tertarik.

Membiarkan Hani makan sendiri dengan memberinya potongan makanan

Membiarkan Hani makan sendiri dengan memberinya potongan makanan

Masih untuk kemandirian, ketika sesi makan berlangsung, saya terkadang turut memberikannya sendok kecil agar ia juga merasakan bagaimana serunya makan sendiri. Alhamdulillah, di usianya yang hampir menginjak 14 bulan, Hani sudah semakin jago menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya.

Banyak hal lain juga yang kami coba bekali untuk Hani. Kami berusaha membuat Hani akrab dengan buku dan mengurangi interaksinya dengan TV (walau tontonannya film khusus “baby”).

Buku-buku Hani

Buku-buku Hani

Mengapa? Sebagai informasi, TV dapat mengurangi interaksi verbal antara orang tua dan bayi, yang dapat menunda pengembangan bahasa anak-anak (Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Juni 2009). Karena itu, kami berusaha, untuk mengakrabkan Hani dengan buku. Melalui buku kami ikutan terlibat dalam interaksi verbal, bercerita mengenai hal-hal yang tertera di buku kepada Hani :D

Hani pun sudah mulai kami berikan “toilet training”. Jika ingin pup, kami giring Hani ke toilet dan memberikannya dudukan khusus. Sebelum masuk ke bak mandi pun, saya berikan instruksi kepada Hani untuk pipis dulu.

Dan masih banyak kebiasaan baik lainnya yang kami berusaha pupuk sejak dini. Karena kami sadar, karakter terbentuk melalui kebiasaan. Jika ingin anak dengan karakter baik, mulailah pupuk kebiasaan baik dari sekarang. Pastinya tidak mudah, tetapi setidaknya, sebagai orangtua kita harus mengusahakan yang terbaik.

Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih ~ Helen Keller

Catatan Setahun Hani

Alhamdulillah, gak kerasaaaa banget, malaikat kecil kami yang cantik berusia setahun pada 13 Februari yang lalu. Begitu banyak perkembangan yang sudah dilaluinya. Kalo flashback lagi, dimulai dari saat-saat mengharapkan kehadirannya, sampai ia dilahirkan ke dunia ini dan sebesar sekarang rasanya masih gak percaya :’)

Dari kosong, kemudian segumpal daging di rahim saya, lalu menyapa dunia dengan tangisannya. Dari yang tadinya cuman bisa nen, pup, pipis, nangis, tidur lambat laun bisa membalikkan badan, gulang-guling, duduk sendiri, merangkak, rambatan, berdiri, dan berjalan. Satu yang masih belum berubah sejak bayi, Hani masih setia menjadi neneners, hahaha. Semoga saja bisa lulus sampai S3 ya. Aamiin :D

Banyak fase dilewati. Fase-fase galau saya ketika di awal-awal memilikinya. Melihatnya gumoh, muntah ASI dari hidung saja sudah buat saya syok dan menangis. Perasaan tidak bisa menjadi ibu yang baik sempat menghantui. Beruntunglah ada suami yang selalu menguatkan dan mendukung. Fase-fase khawatir terhadap perkembangan Hani juga sempat mampir. Melihat bayi kakak ipar yang umur sekian sudah bisa begini begitu, kadang membuat iri haha. Sejak itu, saya pun giat melakukan stimulasi yang bisa diberikan untuk melatih perkembangan motorik Hani. Walaupun saya juga selalu diwanti-wanti bahwa perkembangan setiap anak adalah unik. Alhamdulillah, so far, perkembangan motorik Hani gak bermasalah. Kalo dipikir-pikir perkembangannya bahkan tergolong cepat juga. Di usianya yang belum genap setahun saja, dia sudah mahir berjalan hehe :D

Sekarang, Hani sudah berkembang menjadi seorang gadis kecil yang siap “diisi” dengan hal-hal baik. Dia sudah bisa meniru perbuatan orang di sekitarnya. Dia pun sudah bisa diajak berkomunikasi.

Semoga saja di era golden age-nya ini, ayah dan bunda bisa menjadi teladan untuk Hani dalam perkataan dan perbuatan yang baik. Semoga kami orangtuanya dapat mendidiknya menjadi gadis mungil yang berkarakter positif dan berakhlak baik. Tidak mudah namun harus terus diusahakan. Doakan yaa! :)

Aku Bisa Berjalan!

Hani lagi belajar jalan sama Ayah pas pesta kondangan temennya Ayah :p

Hani lagi belajar jalan sama Ayah pas pesta kondangan temennya Ayah :p

Alhamdulillah di usianya yang ke 11.5 bulan, Hani sudah bisa berjalan. Tapi cara jalannya masih lucu banget. Kedua tangannya terkadang suka diarahkan ke depan seperti zombie-zombie atau vampire di film Cina. Mungkin itu untuk membantu menyeimbangkan badannya ya :p Kadang masih suka jatuh. Tapi, dia sudah jago “ngerem” dan mengarahkan jalannya menuju tempat yang dia inginkan.

Sejak Hani bisa jalan, “beban gendongan” semakin berkurang wkwkwk. Tapi saya jadi harus lebih berhati-hati ngejaganya, karena Hani sudah bisa dengan “enaknya” menclak menclok ke sana kemari.

Aku Bisa Berdiri!

Kejadian ini berlangsung ketika Hani sedang bermain di Toko Sobat Ngemil :p

Kejadian ini berlangsung ketika Hani sedang bermain di Toko Sobat Ngemil :p

Di usianya yang 10.5 bulan, si Hani akhirnya bisa berdiri sendiri tanpa pegangan. Cukup lama juga loh berdirinya walaupun masih disertai dengan goyang-goyang gitu :p Pernah juga kaki kecilnya berhasil berjalan satu langkah ke depan untuk mengejar mainannya. Hihihi, bentar lagi bisa jalan deh nih anak. Pasti tambah rusuh en emaknya tambah kurus ngikutin dia ke sana kemari :p

Favorit Hani: Kentang Tumbuk Saus Keju

Alhamdulillah, Hani ini bukan baby yg picky eater.. Hampir segala macam jenis makanan yang dikenalkan, dia suka. Apalagi pas dikenalin sama segala jenis dairy food macam yoghurt, unsalted butter, dan keju. Doyaaan booo. Dan alhasil setiap saya bikin makanan buat dia, salah satu dari dairy food tadi diikutsertakan.

Salah satu menu favorit Hani itu “kentang tumbuk saus keju”. Gampang banget dibuatnya dan gak makan waktu lama.

Ini resep bener-bener kreasi dari insting sotoy saya… hahaha, luckily Hani loves it. Here we goooo…

Bahan:
1 buah kentang ukuran kecil/sedang
1 kotak kecil unsalted butter, saya pakai merk Orchid
Keju cheddar, bisa pake Kraft/Diamond/Prochiz

Cara membuat:
- Kupas kentang dan kukus hingga empuk
- Tumbuk kentang hingga lembut
- Saus keju: masukkan unsalted butter ke dalam panci, panaskan hingga cair dengan api kecil. Tambahkan sedikit air matang. Lalu, tambahkan keju parut, tunggu hingga keju turut mencair sambil diaduk-aduk
- Hidangkan kentang tumbuk tadi dengan lumuran saus keju di atasnya

Simple kan? Ohoho hope your baby loves it too ;)

NB: Sorry there’s no pic for this one