Archive for the Category »Pemikiran «

1/4 Abad

Gak kerasa, saya sudah diberikan oleh-Nya umur di bumi hingga 1/4 abad. Rasanya, tua sekali.. Hahaha. Dalam 1/4 abad ini, sudah cukup banyak hal yang diraih, tapi juga ada yang belum teraih.

Saya bersyukur karena di usia yang 1/4 abad ini, saya sudah mendapatkan seorang pendamping hidup penyempurna setengah dien -Mohamad Sidik. Dia seorang pendamping hidup yang insya Allah terbaik untuk saya. Jujur banget hingga mau mengakui segala ke”jahil”annya dulu, perhatian sampai saya lebih sering dimarahin karena susah banget minum obat pas sakit (dia sedih banget kalo liat saya sakit), blak-blak-an, dan segala sifat lainnya yang jujur saja cukup bertolak belakang sama saya, tetapi justru dirasa saling memperkaya juga melengkapi. I really thank Him for giving me him :D

Saya bersyukur pula karena di usia 1/4 abad ini, saya juga diberikan kepercayaan oleh-Nya untuk “memiliki” calon dedek yang sekarang sudah berumur 12 minggu dalam kandungan. Semoga saja sampai hari H persalinan nanti segala sesuatunya bisa berjalan lancar. Amiiiin

Bersyukur pula karena “anakku” Indonesia Berprestasi semakin baik. Pernah diwawancara Trax FM Jakarta, menerima tawaran-tawaran iklan yang cukup lumayan hingga pernah menerima tawaran juga dari sebuah perusahaan di luar negeri, bisa menelurkan satu e-book pariwisata, dan sekarang sudah mau punya “adik” lagi yang bernama TalkNesia, yang insya Allah akan diarahkan untuk menjadi “mesin uang”nya. Indonesia Berprestasi tentu saja butuh dana dan daripada dananya didapat dari yayasan apalah yang belum tentu searah dan jelas visi misinya mendingan usaha sendiri terlebih dahulu kan :D Untuk hal yang satu ini, saya dan (terlebih) suami memang suka “jual mahal”, gak mau kalo IB dibantu dana oleh sembarang orang/yayasan yang gak sesuai idealisme walau ditopengi oleh misi sosial hehehe.. Semoga saja, kalau TalkNesia sudah jalan, makin banyak yang bisa dilakukan juga oleh Indonesia Berprestasi dengan agenda-agenda sosial kemasyarakatannya.

Di usia yang 1/4 abad ini, memang banyak sekali yang bisa saya syukuri. Banyak, banyak sekali.. Saya bermohon pada-Nya, semoga saya bisa semakin baik di sisa-sisa usia saya dan doa-doa lainnya yang gak bisa disebutkan di sini :)

Meneruskan Studi?

Beberapa hari lalu saat saya menghadiri suatu acara seminar, saya bertemu dengan kakak kelas saya waktu di kampus. Karena memang kami tidak begitu saling mengenal waktu di kampus, akhirnya obrolan kami hanya berkisar soal kampus, dan sekitarnya.

Salah satu hal yang ditanyakan oleh kakak kelas saya tersebut adalah, “Nggak berencana ngelanjutin kuliah? S2 di kampus gitu?

Dengan cukup percaya diri saya menjawab bahwa saya berniat untuk melanjutkan studi master di luar Indonesia. Tidak dengan biaya sendiri tentunya, tapi dengan mencari beasiswa master yang banyak diadakan/diberikan oleh beragam lembaga.

—–

Ya, saya memang berencana suatu hari nanti akan meneruskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah, jenjang sarjana sudah saya lewati dengan cukup baik. Yah, walaupun tidak berhasil lulus tepat waktu (4 tahun, 8 semester) tapi dengan nilai yang sangat memuaskan. Dan karena jadi pejuang 45 (ini istilah saya dan teman-teman saya yang juga lulus 4,5 tahun), saya mendapatkan banyak pelajaran hidup yang cukup berpengaruh dalam jalan hidup saya. Dan yang paling utama, saya jadi ketemu jodoh saya sekarang, hehe Smile with tongue out

Nah, selanjutnya adalah jenjang S2 alias master. Pernah sih kepikiran pengen S2 di Indonesia aja, ngambil Magister Manajemen gitu di salah satu Institut/Sekolah Tinggi/Universitas. Tapi kok, dipikir-pikir sayang ya kalo saya belum berusaha dan mencoba mendapatkan beasiswa master ke luar Indonesia. Akhirnya, saya coba mencari-cari tahu tentang berbagai macam beasiswa yang ditawarkan bagi calon mahasiswa dari Indonesia. Mulai dari Erasmus Mundus, Fullbright, Stuned, AusAid, NTU, dll. Sempat tertarik sama salah satu program yang ada di Erasmus, yaitu IMMIT. Program ini memang satu-satunya dari sekian banyak program Master Erasmus yang sesuai dengan minat saya. Udah pernah nanya-nanya juga ke Mia yang sedang mengikuti program CIMET, salah satu program di Erasmus Mundus. Namun, setelah dipikir-pikir bahwa nantinya bakal cukup repot sewaktu mengurus VISA dan perijinan tinggal akan susah. (saat itu sudah ada konsideran bahwa nantinya saya sudah menikah dan akan mengajak istri saya ke Eropa)

Setelah itu, saya agak nggak prefer untuk mencoba beasiswa Erasmus. Saya prefer yang ke satu negara aja. Preferensi ini juga akhirnya cukup dipengaruhi oleh impian Leni yang pengen banget bisa menjejakkan kakinya di negeri Londo alias Belanda alias Netherlands. Yup, betul banget! Saya berencana Insya Allah nanti akan meneruskan studi master di Belanda. Saya juga sudah melakukan riset kecil-kecilan soal beasiswa apa saja yang tersedia, program studi yang ingin saya ambil, universitas pilihan, hingga persyaratan yang perlu saya persiapkan.

Dari sekian banyak pilihan yang tersedia, saya masih memilih domain Teknologi Informasi dan agak beririsan juga dengan bisnis dan manajemen. Salah satu program yang paling saya idamkan adalah M.Sc. Manajemen of Technology di Technische Universiteit Delft (TU Delft) alias Delft University of Technology di Delft, Belanda. Ada juga beberapa program lain seperti M.Sc. Business Information Systems di Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) alias Eindhoven University of Technology, atau M.Sc. Business Information Technology di University of Twente.

Bisa dilihat ketiganya mempunyai beberapa kemiripan. 1) Ketiganya program Master of Science alias gelarnya M.Sc. 2) Domain ilmu nya agak beririsan, yaitu management, business, dan information technology. 3) Sama-sama di Belanda, hehe.

Itu untuk programnya. Kalo beasiswanya ada beberapa yang ditawarkan untuk bisa meneruskan studi ke Belanda. Ada StuNed, Huygens, NFP, Shell, sampai beasiswa dari Kemenkominfo. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://www.nesoindonesia.or.id/

Nantinya saya akan mencoba untuk apply salah satu program beasiswa itu, tapi sepertinya yang paling feasible adalah beasiswa dari kemenkominfo. Insya Allah, sekarang saya dalam tahap menyiapkan segala macam kebutuhan, hehe…

“Terus, kapan apply nya?”

“Insya Allah, paling cepat tahun 2013 atau 2014.”

“Loh kok masih lama?” Ya gapapa, hehe. Soalnya saya baru aja masuk di kantor yang sekarang, dan saya masih betah untuk terus belajar dan mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja. Saya masih ingin berprestasi di perusahaan ini, minimal menjadi peraih Star Awards lah #eaaaa. Ditambah lagi, beasiswa yang saya mau apply butuh persyaratan minimum 2 tahun pengalaman kerja.

Sipp deeeeeh… Semoga diberikan kelancaran oleh Allah yaaa… Buat temen-temen yang punya niat untuk meneruskan studi ke luar Indonesia, berjuang bersama-sama yuuuk!

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumuah ayat 10)

Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Pilihan untuk menjadi seorang entrepreneur merupakan pilihan yang saya rasa cukup berat. Apalagi jika bidang usaha yang dipilih memang butuh persiapan ekstra dan tidak sebentar. Setiap hari, mayoritas waktu yang ada dihabiskan di rumah, mempersiapkan hal-hal teknis dan segala macamnya sebelum bisa di-launching ke pasaran. Belum dana yang berasal dari kantong sendiri membuat diri terkadang sedikit menahan nafas. Bukannya gak mau cari investor, tapi saya adalah tipe orang yang pengen semuanya settle dulu dan jalan. Kalo sudah ready baru berani “berkoar-koar” menawarkannya juga membuka jaringannya ke orang-orang. Juga bukan tipe orang yang suka masukkin karya ke kompetisi kalo baru sekedar ide. Susah yee…

Yang paling sulit dari pilihan jalan ini tentu saja omongan dari orang-orang terdekat. Orang tua yang masih susah nerima kalo anaknya udah “gak kerja” lagi. Suka disindir-sindir dikit dan lain sebagainya. Susah sekali rasanya memasukkan opini bahwa menjadi pengusaha juga adalah pilihan hidup yang gak kalah baik dengan menjadi pekerja. Susah sekali bilang kalau apa yang ingin diusahakan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Beda kalo memang ingin jadi reseller produk-produk yang udah jadi ato lainnya. Kadang nangis emang temen terbaik (karena habis itu ngerasa sedikit lega hehehe) #maklumbumilsensitif #halah

Cuman saya masih bisa semangat, karena saya yakin insya Allah apa yang saya usahakan ini akan ada hasilnya. Karena saya yakin ide saya ini cukup baik dan bisa diimplementasikan.. Kalo apa yang saya usahakan ini nanti berhasil, insya Allah akan nambah satu pelajaran lagi di keluarga saya, bahwa menjadi entrepreneur itu juga oke dan layak dijadikan pilihan hidup. Udah ah curhatnya, sori ya, jadi melo nih hoho

Oya ini beberapa quotes soal entrepreneurship yang ngena di saya… Sharing ah, siapa tau ada yang butuh doping juga kayak saya hahaha

If you are not willing to risk the unusual, you will have to settle for the ordinary. – Jim Rohn

It is always the start that requires the greatest effort. – James Cash Penney (setuju banget om, sampai bersimbah darah dan air mata #halah)

I can accept failure, everyone fails at something. But I can’t accept not trying. – Michael Jordan

You take on the responsibility for making your dream a reality. – Les Brown (yeah, yeah, i’m trying so d*mn hard to making my dream a reality!)

Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will. – Zig Ziglar (baiklah, cemunguuuudh!!)

Success is how high you bounce after you hit bottom. – General George Patton (i’ll bounce really really high after all of this “silentness”)

Try, try, try, and keep on trying is the rule that must be followed to become an expert in anything. –W. Clement Stone

Don’t just read the easy stuff. You may be entertained by it, but you will never grow from it. – Jim Rohn

All achievements, all earned riches, have their beginning in an idea. – Napoleon Hill

Entrepreneurship is neither a science nor an art. It is a practice. – Peter Drucker

Success is walking from failure to failure with no loss of enthusiasm. – Winston Churchill (i will not go down!)

I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work .- Thomas Edison

BELIEF

THINK when you were still a KID
Think when you were a KID, everything is POSSIBLE
You put the BLANKET over your back,
then you became a SUPERMAN
You take your mom’s BROOM and ride on it,
then you became a WITCH
You climb up the TREE,
not knowing that you might fell,
You simply MADE IT
You just had an IDEA and made it happened, because YOU BELIEVE
You were then, CREATIVE with strong BELIEF
As you became ADULT, things seems to be a little different
When you failed in your EXAM,
you think “I can NEVER make it”
When you have a BRILLIANT marriage proposal
then you think “maybe it’s NOT the right time”
When you want to start a BUSINESS,
you think “maybe it’s NOT as easy”
When you are ALREADY in the BUSINESS,
you heard someone says do NOT take risk
Then, when you have a BRILLIANT IDEA that,
Can create more JOBS for poorer nations,
Can provide a better LIVING for more people,
Can make our nation PROUD,
Can help the GROWTH of our nation,
and can create a better WORLD
And you said “I am NOT SURE…”
You are still CREATIVE but with more DOUBT
Then YEARS LATER, you heard.. someone had the same idea as yours
What makes him DIFFERENT from you?
His ACTION. He puts his IDEA into reality.
He’s the most promising Creative Young Entrepreneur of the Year
His ACTION won him this recognition
Then you started to think, how i WISHED i had taken ACTION that years ago
THINK when you were a KID,
If that idea came by when you were still a KID,
could you have taken ACTION???
When back then, you strongly BELIEVE…
It is never too late.. you just need to have an IDEA and make it happen
You still CAN, … if you BELIEVE

Creativity starts from a BELIEF

Terimakasih untuk Florence Ki dari Junior Chamber International Petaling Jaya yang sudah membuat video kreatif ini. Terimakasih untuk Heninggar yang udah share video ini.

Memang bisa dimengerti mengapa ketika masih kanak-kanak dulu, kita seakan tidak takut apapun. Ya, karena ketika itu, kita belum berpikir banyak akan konsekuensi dan pilihan-pilihan hidup. Simply MADE IT happen. Dan sekarang ketika sudah dewasa, kita menjelma menjadi makhluk paranoid akan hampir semua hal, bahkan menyedihkannya terhadap sesuatu yang bernama “mimpi” sekalipun. Ini yang sepertinya perlu dikikis sedikit demi sedikit.

Untuk makhluk yang bernama mimpi, saya berjanji akan mengejarmu dengan sungguh-sungguh lalu memelukmu erat. I should have a BELIEF that i can make you happen :)

Perbincangan Menarik Para Bapak tentang Hidup dan Masa Depan

walk to the future

Sabtu sore itu, di perjalanan pulang dari daerah Jawa Barat, saya yang duduk di kursi penumpang tengah memasang telinga baik-baik akan pembicaraan ringan (tapi serius) antara dua orang dewasa di kursi pengemudi dan penumpang depan.

Topik yang mereka bicarakan adalah hal biasa bagi lelaki yang sudah berkeluarga; tentang pekerjaan, keluarga, anak, kesempatan bisnis, sampai rencana masa pensiun. Saya yang baru saja membentuk keluarga dan diamanahi sebagai kepala keluarga merasa bahwa perbincangan ini sedikit banyak dapat bermanfaat bagi saya.

Saya tertarik bercerita soal perlunya mempunyai suatu usaha/bisnis/startup di samping pekerjaan utama di sebuah perusahaan. Bahwa laki-laki yang bekerja sebagai karyawan pun sebaiknya mulai berpikir sedari muda untuk mempunyai pemasukan selain gaji bulanan sebagai karyawan. Jangan sampai menunggu sampai menjelang masa pensiun, atau bahkan setelah pensiun baru memulai usaha. Hal tersebut relatif lebih berisiko dibanding mulai usaha (dan sukses atau gagal) dari muda. Usaha setelah pensiun dengan modalnya dari uang hasil pensiun kantor, ya Alhamdulillah kalau langsung sukses dan berhasil, kalau misalnya gagal dan uang pensiun habis? Kan bisa suram tuh masa tua., hehe…

Mereka juga bilang, mumpung masih muda, di saat masih punya tenaga, kesempatan, dan mimpi-mimpi besar, manfaatkanlah untuk memulai sebuah usaha/bisnis/startup. Kalau usahanya gagal sewaktu masih jadi karyawan, toh masih ada pemasukan untuk hidup diri dan keluarga. Dan pada saat ini masih banyak kesempatan untuk mendapatkan modal; dari pinjaman koperasi, bank, atau pihak lain. Mencicil pinjaman pun terasa lebih ringan karena gaji pasti masuk tiap bulan, dibanding setelah umur senja (mikirin biaya sekolah/kuliah anak, renovasi rumah, warisan, dll). Dan biasanya, ketika usia sudah relatif tua, keberanian untuk mengambil risiko (baca: kesempatan) relatif kurang dibanding sewaktu masih muda.

Saya manggut-manggut dalam hati, bener banget apa yang dikatakan tersebut. Alhamdulillah saya sudah memikirkan hal tersebut jauh sebelum saya menikah dan membentuk rumah tangga bersama istri saya sekarang. Bahwa ketika saya menikah nanti, saya ingin kami berdua mempunyai sebuah usaha yang dirintis bersama, berpeluh keringat dan dinikmati hasilnya bersama. Dan saat ini, walaupun masih sangat kecil-kecilan, kami berdua sudah mulai merenda mimpi besar kami dari helaian benang-benang kecil, merangkai anak tangga satu per satu menuju langit di mana mimpi kami digantungkan.

Ya, kami akan terus melangkah maju, walau langkah terseret dan perlahan-lahan. Bismillah.. :)