Archive for the Category »Pernikahan «

Tugas Istri: Sumur, Kasur, Dapur?

Nemu tulisan ini di FB, rasa-rasanya bagus untuk dibaca dan direnungkan bersama ;)

* * *

Beberapa hari yang lalu saya terhenyak melihat status FB seorang akhwat yang menuliskan – setelah menghadiri sebuah kajian keluarga sakinah- : dengan banyaknya potensi seorang wanita, Islam memuliakannya dengan sumur kasur dan dapur. Deg .. begitu kesan pertama saya setelah membaca status tersebut. Bayangan kekhawatiran saya segera berkelebat, jika sebuah kajian keluarga sakinah saja bisa menyimpulkan hal semacam itu, jangan-jangan apa yang ada dalam benak sebagian suami pun tak jauh berbeda.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para ummahat, wanita, dan istri yang selalu ikhlas menunaikan tugas-tugas domestik di atas, nyaris tanpa keluhan, namun sejatinya tidaklah demikian cara Islam memperlakukan wanita, apalagi jika itu disebut dengan cover kewajiban mulia. Bisa jadi ada pandangan yang berbeda seputar hal ini, yaitu ketika ditanyakan : benarkah tugas atau kewajiban istri adalah sumur, kasur dan dapur ? Atau dalam istilah yang populer berarti cuci baju, piring, membersihkan rumah, masak dan pelayanan kebutuhan biologis ?.

Untuk menjawabnya, yang menjadi acuan saya cukuplah sebatas yang disimpulkan oleh Dr. Wahbah Zuhaily, pengarang masterpiece fiqh perbandingan madzhab yaitu Fiqh Islamy wa Adillatuhum dimana beliau menyampaikan bahwa kewajiban nafkah pada istri adalah lima hal :

Pertama : Makan minum dan Lauk pauk
Yang perlu digaris bawahi di sini adalah tugas suami menghadirkan makan, minum dan lauk pauk kepada istri, artinya yang siap saji dan dinikmati oleh sang istri, jika perlu sekalian disuapi hingga tugas istri lebih mudah, tinggal membuka mulut saja. Yang disalah pahami selama ini adalah, suami menghadirkan bahan makanan dan sayuran mentah plus bumbu, lalu menjadi kewajiban istri -yang mungkin sudah lapar- untuk berjibaku terlebih dahulu di dapur sebelum akhirnya sukses bisa menikmati makanan tersebut. Sekali lagi ini bukan untuk mempermasalahkan para istri yang asyik dan menikmati perannya di dapur. Hanya sekedar menjelaskan kepada para suami, betapa mulianya mereka selama ini memasak makanan yang semestinya diterima dari suami berupa makanan siap saji.

Kedua : Pakaian
Dalam hal ini tidak banyak permasalahan, tinggal secara teknis para istri dan suami bisa bermusyawarah tentang kebutuhan pakaian yang semestinya. Kenapa tidak banyak permasalahan, karena sebagian besar pakaian didapat dari membeli jadi atau pesan di penjahit, bukan sang istri yang langsung mengerjakan dengan tangannya sendiri.

Ketiga : Tempat Tinggal
Perlu diperhatikan karena kenyamanan sang istri tentu berada di keluarga yang dicintainya. Jangan sampai ketenangan keluarga terganggu karena hadirnya orang lain bersama, atau terlampau terbatasnya rumah yang ditinggali, yang menghadirkan kepenatan berlebih dan gelisah tanpa ujung. Rasulullah SAW juga mengakui bahwa rumah yang lapang nan nyaman termasuk kebahagiaan dunia yang layak untuk diusahakan. Suami wajib menyiapkan rumah untuk istri, meskipun untuk sementara dalam bentuk kontrakan.

Keempat : Layanan Khadimat / Pembantu Rumah Tangga
Ini hal yang menarik, ternyata menyediakan PRT atau mereka yang membantu istri termasuk kewajiban nafkah suami. Hal ini bisa dipahami karena keterbatasan seorang istri untuk mengurus rumah yang ditinggali, apalagi jika sudah ada anak-anak buah hati yang berjajar mengantri di belakang. Tidak ada pilihan selain untuk menyediakan asisten bagi sang istri, terlebih jika sang istri mempunyai potensi yang luar biasa untuk berkontribusi bagi masyarakatnya.

Kelima : Alat Kebersihan dan Perabot Rumah Tangga
Saat ini banyak pekerjaan rumah yang menjadi luar biasa ringkas dengan hadirnya kecanggihan teknologi, yang mau tidak mau atau suka tidak suka sangat membantu sebagian tugas kerumahtanggaan yang biasanya dihandel oleh sang istri. Sebut saja setrika, mesin cuci, kompor gas, pembersih debu, dan lain sebagainya, ternyata merupakan bagian dari nafkah yang harus disiapkan oleh seorang suami.

Walhasil, kesimpulan dari lima aplikasi nafkah suami kepada istri versi Dr. Wahbah Zuhaily menghasilkan satu getaran hebat dalam hati saya pribadi, betapa istri saya selama ini telah melakukan banyak hal mulia yang sebenarnya menjadi ‘pekerjaan rumah’ atau tugas bagi seorang suami untuk menyiapkannya.

Tanpa pemahaman di atas, bisa jadi yang terjadi adalah seorang istri yang kepayahan, bukan saja karena melahirkan dan menyusui berkali-kali, namun juga ditambah seabreg kegiatan rumah tangga yang takkan pernah bisa usai diselesaikan. Bersedih mendengar beberapa ummahat meninggal karena sakit dalam waktu dekat ini. Tentunya semua adalah bagian dari takdir yang harus kita terima dengan sepenuh kesabaran. Namun tentu sekerat hikmah dan pengingatan bisa kita ambil dan tunaikan, yaitu bisa jadi karena secara umum kita belum terlampau sadar untuk menjaga dan mengecek kesehatan secara berkala, ataupun bisa jadi juga karena proses ‘pelemahan bertahun-tahun’ yang tidak disadari karena aktifitas melahirkan, menyusui, dan ditambah lagi urusan ‘sumur kasur dapur’ yang dijalani dengan begitu tulus mulia.

* * *

Hatta Syamsudin
Penulis, Pengajar Pesantren Mahasiswa Arroyan Solo, Trainer Motivasi Keislaman dan Keluarga Romantis. Silahkan download kumpulan presentasi kami dengan klik disini. Untuk permintaan mengisi Seminar, Ceramah dan Training silahkan klik disini, atau langsung hubungi no 081329078646 dan email via sirohcenter@gmail.com

Salah Satu Kunci Pernikahan

Noted! Sudahkah kita melakukannya terhadap pasangan? Mari berkaca :)

My Life as a Mompreneur

Perjalanan dimulai dari sini..

Perjalanan dimulai dari sini..

Ya, sejak memutuskan untuk tinggal pisah dari orang tua, kehidupan “nyata” saya sebagai seorang mompreneur pun dimulai. Menjalankan bisnis dengan tidak melupakan peran juga tugas-tugas seorang ibu rumah tangga. Dengan catatan besar: tanpa asisten rumah tangga yang membantu seperti sebelumnya ketika tinggal di rumah orang tua.

Awal-awal suami saya mengajak untuk tinggal pisah dari orang tua, membuat perasaan saya sedikit galau dan cemas. Bisa gak saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang seabrek sambil tetap mengawasi anak saya yang lagi aktif-aktifnya, bisa gak saya tetap menjalankan bisnis (sobatngemil.com) dengan optimal, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang menghantui.

Namun, ternyata setelah dijalani, hal-hal yang ditakutkan tadi bisa diatasi. Ini tips-tips saya, how I deal with it “my life as a mompreneur”:
1. Positive thinking
Segala sesuatu yang baik diawali dari pikiran yang baik. Saya selalu berusaha menanamkan pikiran positif bahwa saya pasti bisa melalui setiap harinya dengan baik.
2. Percaya pada diri sendiri
Gak usah pikirin omongan orang lain. Percaya pada diri sendiri bahwa saya bisa mengerjakannya.
3. Berbagi tugas
Nah, kalau sudah mentok, ternyata gak sanggup mengerjakannya sendiri, minta tolong sama suami untuk bantu mengerjakan. Syukurnya, suami juga sangat tanggap dalam berbagi tugas. Saya gak perlu minta bantuan, dia sudah bantuin. Contoh, saya yang mencuci dia yang menyetrika.
4. Time management
Ini penting banget untuk saya. Terutama karena baby saya sangat aktif dan lagi masa-masanya suka bereksplorasi ke sana kemari. Biasanya pagi-siang hari saya sulit mengerjakan kerjaan rumah tangga, karena “sibuk” bermain dengan anak saya sembari sesekali melayani customer Sobat Ngemil. So, di malam harinya, ketika anak saya sudah tidur, sekitar jam 7-11 malam, saya baru sempat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mencuci piring-piring kotor, baju, dan memotong-motong sayur atau bahan-bahan masakan untuk diolah keesokan paginya. Cukup efektif loh, karena pas bangun pagi, tinggal masak nasi, cemplang-cemplung bahan makanan yang udah disiapkan, terus setelah suami berangkat kerja baru belanja bahan makanan untuk keesokan harinya.
5. Delegasi tugas
Ini berlaku untuk bisnis saya. Sobatngemil gak hanya ditangani saya sendirian. Syukur alhamdulillah sudah punya satu karyawan. Sangat terbantu akan hal ini.
6. Santai
Gak usah terlalu strict juga sama diri sendiri. Memasang standar tinggi untuk diri sendiri itu melelahkan. Kalau lagi gak sempat atau gak mood masak, mari beli makanan di luar rumah, gak usah dipaksain hehe.
7. Bersabar dan bersyukur
Cara paling ampuh.. Siapkan stok sabar dan syukur sebanyak-banyaknya. Mudah bersyukur membuat hidup menjadi lebih tenang karena tidak sibuk membanding-bandingkan dengan yang lain..

Yah kira-kira itu sharing singkat dari saya.. A newbie mompreneur hihi :p

Happy 1st Wedding Anniversary, Sayang..

Seharusnya postingan ini dibuat tanggal 5 Februari lalu ya.. Biarin deh :p

* * *

Happy 1st wedding anniversary, sayang..

Gak kerasa ya sudah setahun kita bersama, hari demi hari merajut kasih dalam bangunan rumah tangga.

Memang tergolong masih muda, masih sangat muda usia pernikahan kita.

Kalau kata kebanyakkan orang, “Ah wajar, baru setahun. Masih penganten baru lah.. Masih mesra-mesranya”

Aku cuman bisa tersenyum saja membaca atau mendengar komentar-komentar tersebut.

Mereka memang tidak salah. Mungkin kita memang masih belum genap merasakan asam manis pahitnya kehidupan rumah tangga.

Mungkin ya tadi itu, karena kita masih terlalu muda, masih setahun mengecapnya.

Tapi harapan yang selalu kupegang teguh, semoga kita bisa terus saling mencintai karena-Nya sampai di surga sana.

 

Sayang, sudah berkali-kali kubercerita kepadamu, bahwa berpasangan denganmu sungguh tidak pernah terpikir olehku dulu

Pertama kali melihatmu di kampus, kesan pertama yang timbul adalah kamu orang yang menyebalkan, songong, sok tau, dan sejenisnya :D

Kamu pun tertawa dan mengatakan hal senada, bahwa kesan pertamamu padaku adalah bahwa aku anak rumahan yang manja. Apa-apa tergantung pada orang tua. Yang mana itu bertentangan sekali dengan prinsip hidupmu.

Dan sekarang, gak menyangka ternyata takdir-Nya memang seperti ini.

Aku dan kamu menjadi pasangan.

Dengan segala sifat dan karakter yang lebih banyak bertolak belakang, kita terus belajar untuk bisa saling melengkapi.

Kamu yang bawel dan aku yang sedikit pendiam

Kamu yang blak-blakan dan aku yang cenderung menghindari masalah

Kamu yang suka menganalisa juga berpikir panjang kali lebar dan aku dengan imajinasi-imajinasi tinggi yang terkadang gak realistis

Kamu yang suka makanan berkuah dan aku yang tidak suka

Kamu yang tidak suka kentang dan aku yang sangat suka kentang

Kamu yang rajin makan buah + sayur dan aku yang jarang makan buah + sayur

Kamu yang kalau makan bisa sampai licin cin cin dan aku yang pasti tidak pernah bisa selicin itu

Kamu yang perhatian pada hal-hal detail dan aku yang gak jarang ingat hal-hal detail bahkan nama orang pun sering terlupa

Banyaaaak banget kalau misalnya mau dibikin daftar perbedaan aku dan kamu

Tapi, nyata-nyatanya dan alhamdulillah kita bisa melaluinya ya :)

 

* * *

Udah speechless mau bilang apalagi.. Lagian aku gak mau tar yang baca pada jatuh cinta sama kamu hahaha (walaupun sepertinya sulit, karena kalau gak kenal kamu luar dalem mereka pasti bakalan berpikir terlebih dahulu bahwa kamu orang yang songong hahaha). Jadi kebaikan-kebaikanmu yang masih banyak itu cukup aku saja yang tau :p

Pokoknya, happy 1st wedding anniversary ya sayang. Aku yakin kamu bisa jadi kepala keluarga yang baik. Bersama kita bisa melalui segalanya.

Aamiin :)

Category: Pernikahan  Tags: , , ,  4 Comments

My Personal Highlight of 2011

Terinspirasi dari tulisan Pandji ini, saya memilih untuk mengulas apa saja yang terjadi dalam kehidupan saya di tahun 2011 ini dalam sebuah highlight peristiwa. Daftar ini terurut secara acak, walaupun di awal masih terurut secara waktu kejadian. Dan inilah daftarnya:
  • Pindah kerja dari kantor lama (asuransi jiwa dari S’pore) ke kantor baru (asuransi umum dan kerugian nomor satu di Indonesia)
  • Blog saya dan Leni LeniSidik.com lahir.
  • Menikah dengan Leni tanggal 5 Februari 2011 di Auditorium BPSDM KumHam, Gandul
  • Pindah tempat tinggal ke Gandul, untuk tinggal bersama keluarga istri
  • Kedua kalinya naik pesawat (pertama ke Yogya), pertama kalinya ke Lombok untuk honeymoon bareng Leni. Seru! Akhirnya ngerasain juga pantai-pantai di Lombok seperti Senggigi, Kuta, dan paling cantik Tanjung Aan. Ngerasain juga ke 3 Gili yang eksotis: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
  • Bepergian jauh lagi naik Bus AC AKAP (antar kota antar provinsi) dan ke Semarang lagi setelah sekian lama, untuk menghadiri pernikahannya Dian dan Agam, sepupunya Leni.
  • Alhamdulillah sekarang udah punya motor sendiri, walaupun masih nyicil dari kantor. Motornya Honda New Megapro warna silver.
  • Leni hamil di bulan Mei. Alhamdulillah, sebentar lagi kami diberikan amanah menjadi orangtua. Sekarang kehamilan Leni memasuki usia 33 pekan.
  • Antonio Conte menjadi pelatih baru Juventus.
  • Juventus mengakhiri tengah musim pertama Serie A dengan rekor satu-satunya tim di Liga Eropa yang belum terkalahkan, dan memuncaki klasemen bersama AC Milan.
  • Jadi instruktur training di beberapa training internal yang diadakan di AAB (Training IT untuk seluruh karyawan, training NEOP untuk karyawan baru), padahal baru masuk.
  • Menjadi pengisi di acara Friday Knowledge Sharing AAB tanggal 10 Juni 2011 (baru 5 bulan kerja) membawakan materi tentang Introduction to Windows 7 & MS Office 2010. Yang paling memorable adalah ditonton langsung oleh Pak Presdir AAB! Padahal beliau terhitung jarang datang.
  • Menyelesaikan performa kerja tahun 2011 dengan hasil penilaian yang sangat baik
  • Jadi ketua panitia Team Building IT AAB dan pertama kalinya ke daerah wisata di sekitaran Ciwidey
  • Jadi MC Buka Puasa Bersama Komplek Perkantoran Asuransi Astra, ditonton dan dihadiri oleh seluruh karyawan AAB, FIF, dan kantor lain di komplek itu, termasuk Presdir AAB dan Presdir FIF.
  • Mulai dagang kecil-kecilan bareng Leni. Jualan snack-snack yang kita beli bal-balan trus kita kemas ukuran kecil-kecil. Dari usaha ini juga muncullah brand Unyu Snacks and Cakes.
  • Lewat brand Unyu Snacks and Cakes juga kami lanjut memproduksi kue-kue khas lebaran dan memasarkannya ke publik. Usaha ini sepertinya usaha tahunan yang cukup menguntungkan, Insya Allah bulan puasa tahun depan lanjut lagi.
  • Talknesia! secara resmi di-launch ke publik.
  • Leni resmi jadi Patih Keripik Karuhun dan kami mulai memasarkan produk Karuhun. Semuanya berawal setelah melihat acara Bosan Jadi Pegawai di TransTV
  • Mbak Septi melahirkan anak kedua tanggal 25 November 2011. Adiknya si Rafif ini namanya Azlam, hehe..
  • E-book Indonesia Berprestasi seri 1 terbit.
  • Indonesia Berprestasi (@greatindonesia) semakin berkembang di ranah online, terutama di twitter dengan jumlah follower hampir 50.000. Banyak juga campaign dan event positif yang sudah didukung dan dipromosikan oleh IB. Semoga ke depannya IB bisa lebih mengakar dan aktivitasnya bisa berkembang di dunia nyata
  • LeniSidik.com sempat nggak bisa dibuka lumayan lama sekitar 2-3 bulanan. Penyebabnya sampai sekarang masih nggak jelas, antara di-hack servernya atau apa deh, yang jelas bikin kami nggak bisa posting. Alhamdulillah, akhirnya sekarang udah hidup kembali.
  • Menang BlackBery Onyx karena jadi Lucky Voter di ajang BlobWorld yang diadakan oleh GantiBaju.com. Sayangnya penyerahan hadiahnya molor sampai 5 bulan dan nggak ada kejelasan. Akhirnya sampe juga di akhir tahun, dan langsung dihadiahkan untuk Leni. Malangnya, si BB itu entah kenapa banyak banget penyakitnya, kayak barang cacat. Mulai dari batere yang ngedrop parah, trackpad yang sering macet total, dll. Semoga cepet sembuh permanen deh ini BB.
  • Belajar nyetir mobil manual dan matic. Insya Allah sekarang udah bisa nyetir, tinggal SIM A nya yang belum ada.

Alhamdulillah lumayan banyak hal-hal positif dan pencapaian yang telah saya lakukan di tahun 2011 lalu. Walaupun sebenarnya ada juga hal-hal penting yang loss, misalnya waktu berinteraksi dengan teman-teman dan sahabat saya yang minim, atau rencana jalan-jalan (dalam dan luar negeri) yang harus tertunda karena kehamilan Leni. Tapi semuanya nggak mau saya sesali, karena pasti ada hikmah yang baik di balik tiap peristiwa, hehehe…

Semoga di 2012 ini banyak hal-hal baik dan positif yang dapat saya, Leni, dan kami berdua lakukan! Amiiin!