Tag-Archive for » bayi «

Aku Bisa Berjalan!

Hani lagi belajar jalan sama Ayah pas pesta kondangan temennya Ayah :p

Hani lagi belajar jalan sama Ayah pas pesta kondangan temennya Ayah :p

Alhamdulillah di usianya yang ke 11.5 bulan, Hani sudah bisa berjalan. Tapi cara jalannya masih lucu banget. Kedua tangannya terkadang suka diarahkan ke depan seperti zombie-zombie atau vampire di film Cina. Mungkin itu untuk membantu menyeimbangkan badannya ya :p Kadang masih suka jatuh. Tapi, dia sudah jago “ngerem” dan mengarahkan jalannya menuju tempat yang dia inginkan.

Sejak Hani bisa jalan, “beban gendongan” semakin berkurang wkwkwk. Tapi saya jadi harus lebih berhati-hati ngejaganya, karena Hani sudah bisa dengan “enaknya” menclak menclok ke sana kemari.

Favorit Hani: Kentang Tumbuk Saus Keju

Alhamdulillah, Hani ini bukan baby yg picky eater.. Hampir segala macam jenis makanan yang dikenalkan, dia suka. Apalagi pas dikenalin sama segala jenis dairy food macam yoghurt, unsalted butter, dan keju. Doyaaan booo. Dan alhasil setiap saya bikin makanan buat dia, salah satu dari dairy food tadi diikutsertakan.

Salah satu menu favorit Hani itu “kentang tumbuk saus keju”. Gampang banget dibuatnya dan gak makan waktu lama.

Ini resep bener-bener kreasi dari insting sotoy saya… hahaha, luckily Hani loves it. Here we goooo…

Bahan:
1 buah kentang ukuran kecil/sedang
1 kotak kecil unsalted butter, saya pakai merk Orchid
Keju cheddar, bisa pake Kraft/Diamond/Prochiz

Cara membuat:
- Kupas kentang dan kukus hingga empuk
- Tumbuk kentang hingga lembut
- Saus keju: masukkan unsalted butter ke dalam panci, panaskan hingga cair dengan api kecil. Tambahkan sedikit air matang. Lalu, tambahkan keju parut, tunggu hingga keju turut mencair sambil diaduk-aduk
- Hidangkan kentang tumbuk tadi dengan lumuran saus keju di atasnya

Simple kan? Ohoho hope your baby loves it too ;)

NB: Sorry there’s no pic for this one

Teman Pertama Hani

image

ki-ka: kk Alana, kk Dina, kk Zoya

Ini dia teman-teman pertama Hani! Bocah-bocah unyu dari komplek Nuansa Batavia hahaha…

Hampir tiap hari menyambangi Hani.. sangat tertarik untuk ikutan menyuapi dan memandikan Hani hihihi (dipikirnya boneka kali yeeee).

Semoga pas besar nanti Hani tumbuh jadi pribadi yang ramah dan senang berkawan, aamiin

Cuteness Overload!

Cuteness Overload!!

*Hani siang ini sebelum berangkat ke UI bareng Bunda sama Eyang Uti buat nganter pesanan*  :oops:

Pengalaman Pertama Hani Naik Motor

Oke, mungkin bagi sebagian orang, membawa anak naik motor ketika berpergian merupakan hal yang biasa. Bahkan mungkin tidak ada pilihan lain selain itu.

Nah, bagi saya, membawa anak (apalagi bayi yang masih 4 bulan) naik motor merupakan hal yang cukup menakutkan.. Tapi karena waktu itu tidak ada pilihan lain, jadi terpaksa deh berpergian sambil membawa Hani menaiki motor. Waktu itu mobil sedang dipakai oleh adik saya untuk ke kantor sedangkan menitipkan Hani pada utinya juga tidak memungkinkan. Secara utinya Hani juga masih harus pergi kerja.

Sebelum berpergian, saya dan suami sepakat untuk meminimalisir barang bawaan. Semua bawaan dijadikan dalam satu tas ransel besar (pakai tas yang biasa dibawa Ayah ngantor). Baju ganti Hani, insert, mainan, kapas basah, aqua, cemilan, dll, dsb dimasukkan jadi satu dalam tas tersebut.

Persiapan berikutnya adalah memakaikan Hani baju yang cukup membuat kulitnya terlindung dari sinar matahari yang terik. Saya memakaikannya jumper yang lengan dan kakinya panjang juga memiliki kupluk untuk melindungi kepalanya. Sebelum dipakaikan kupluk, Hani juga dipakaikan topi yang bisa menutupi telinganya juga. Jadi “double” pelindung gitu deh biar dia gak kebisingan sama suara lalu lalang kendaraan di jalan raya. Waktu itu tujuan kita memang mau ke daerah Margonda yang lalu lintasnya cukup padat.

image

Hani tertidur pulas ketika digendong pake babywrap

Persiapan terakhir adalah gendongan. Bukannya bermaksud promosi hehehe, saya waktu itu menggendong Hani dengan babywrap mode kangguru. Pakai babywrap membuat saya lebih pede karena gendongannya cukup kuat tapi tetap lentur sehingga tidak menyesakkan bayi. Alhamdulillah Hani sepertinya juga merasa nyaman karena di perjalanan dia malah tertidur pulas dalam gendongan. Hehehe..

Ternyata, membawa anak menaiki motor tidak “sehoror” yang saya kira. Tapi, saya gak mau melakukannya terlalu sering. Kalau kepepet baru pakai motor lagi. Kasihan kalau terpapar polusi udara keseringan hehe.. Semoga aja saya dan suami ada rezeki untuk bisa membeli mobil nantinya. Supaya kalau berpergian tidak perlu pinjam mobil dari orangtua.. :-D Aamiin