Tag-Archive for » mimpi «

BELIEF

THINK when you were still a KID
Think when you were a KID, everything is POSSIBLE
You put the BLANKET over your back,
then you became a SUPERMAN
You take your mom’s BROOM and ride on it,
then you became a WITCH
You climb up the TREE,
not knowing that you might fell,
You simply MADE IT
You just had an IDEA and made it happened, because YOU BELIEVE
You were then, CREATIVE with strong BELIEF
As you became ADULT, things seems to be a little different
When you failed in your EXAM,
you think “I can NEVER make it”
When you have a BRILLIANT marriage proposal
then you think “maybe it’s NOT the right time”
When you want to start a BUSINESS,
you think “maybe it’s NOT as easy”
When you are ALREADY in the BUSINESS,
you heard someone says do NOT take risk
Then, when you have a BRILLIANT IDEA that,
Can create more JOBS for poorer nations,
Can provide a better LIVING for more people,
Can make our nation PROUD,
Can help the GROWTH of our nation,
and can create a better WORLD
And you said “I am NOT SURE…”
You are still CREATIVE but with more DOUBT
Then YEARS LATER, you heard.. someone had the same idea as yours
What makes him DIFFERENT from you?
His ACTION. He puts his IDEA into reality.
He’s the most promising Creative Young Entrepreneur of the Year
His ACTION won him this recognition
Then you started to think, how i WISHED i had taken ACTION that years ago
THINK when you were a KID,
If that idea came by when you were still a KID,
could you have taken ACTION???
When back then, you strongly BELIEVE…
It is never too late.. you just need to have an IDEA and make it happen
You still CAN, … if you BELIEVE

Creativity starts from a BELIEF

Terimakasih untuk Florence Ki dari Junior Chamber International Petaling Jaya yang sudah membuat video kreatif ini. Terimakasih untuk Heninggar yang udah share video ini.

Memang bisa dimengerti mengapa ketika masih kanak-kanak dulu, kita seakan tidak takut apapun. Ya, karena ketika itu, kita belum berpikir banyak akan konsekuensi dan pilihan-pilihan hidup. Simply MADE IT happen. Dan sekarang ketika sudah dewasa, kita menjelma menjadi makhluk paranoid akan hampir semua hal, bahkan menyedihkannya terhadap sesuatu yang bernama “mimpi” sekalipun. Ini yang sepertinya perlu dikikis sedikit demi sedikit.

Untuk makhluk yang bernama mimpi, saya berjanji akan mengejarmu dengan sungguh-sungguh lalu memelukmu erat. I should have a BELIEF that i can make you happen :)

Perbincangan Menarik Para Bapak tentang Hidup dan Masa Depan

walk to the future

Sabtu sore itu, di perjalanan pulang dari daerah Jawa Barat, saya yang duduk di kursi penumpang tengah memasang telinga baik-baik akan pembicaraan ringan (tapi serius) antara dua orang dewasa di kursi pengemudi dan penumpang depan.

Topik yang mereka bicarakan adalah hal biasa bagi lelaki yang sudah berkeluarga; tentang pekerjaan, keluarga, anak, kesempatan bisnis, sampai rencana masa pensiun. Saya yang baru saja membentuk keluarga dan diamanahi sebagai kepala keluarga merasa bahwa perbincangan ini sedikit banyak dapat bermanfaat bagi saya.

Saya tertarik bercerita soal perlunya mempunyai suatu usaha/bisnis/startup di samping pekerjaan utama di sebuah perusahaan. Bahwa laki-laki yang bekerja sebagai karyawan pun sebaiknya mulai berpikir sedari muda untuk mempunyai pemasukan selain gaji bulanan sebagai karyawan. Jangan sampai menunggu sampai menjelang masa pensiun, atau bahkan setelah pensiun baru memulai usaha. Hal tersebut relatif lebih berisiko dibanding mulai usaha (dan sukses atau gagal) dari muda. Usaha setelah pensiun dengan modalnya dari uang hasil pensiun kantor, ya Alhamdulillah kalau langsung sukses dan berhasil, kalau misalnya gagal dan uang pensiun habis? Kan bisa suram tuh masa tua., hehe…

Mereka juga bilang, mumpung masih muda, di saat masih punya tenaga, kesempatan, dan mimpi-mimpi besar, manfaatkanlah untuk memulai sebuah usaha/bisnis/startup. Kalau usahanya gagal sewaktu masih jadi karyawan, toh masih ada pemasukan untuk hidup diri dan keluarga. Dan pada saat ini masih banyak kesempatan untuk mendapatkan modal; dari pinjaman koperasi, bank, atau pihak lain. Mencicil pinjaman pun terasa lebih ringan karena gaji pasti masuk tiap bulan, dibanding setelah umur senja (mikirin biaya sekolah/kuliah anak, renovasi rumah, warisan, dll). Dan biasanya, ketika usia sudah relatif tua, keberanian untuk mengambil risiko (baca: kesempatan) relatif kurang dibanding sewaktu masih muda.

Saya manggut-manggut dalam hati, bener banget apa yang dikatakan tersebut. Alhamdulillah saya sudah memikirkan hal tersebut jauh sebelum saya menikah dan membentuk rumah tangga bersama istri saya sekarang. Bahwa ketika saya menikah nanti, saya ingin kami berdua mempunyai sebuah usaha yang dirintis bersama, berpeluh keringat dan dinikmati hasilnya bersama. Dan saat ini, walaupun masih sangat kecil-kecilan, kami berdua sudah mulai merenda mimpi besar kami dari helaian benang-benang kecil, merangkai anak tangga satu per satu menuju langit di mana mimpi kami digantungkan.

Ya, kami akan terus melangkah maju, walau langkah terseret dan perlahan-lahan. Bismillah.. :)