Tag-Archive for » sidik «

Hani Mirip Siapa? Ayah atau Bunda?

Sebelum baca tulisan ini, kalau yang belum baca tulisan sebelumnya boleh baca dulu deh, hehe…

Judul postingan kali ini adalah salah satu pertanyaan paling sering ditanyain oleh orang-orang saat melihat Hani, baik langsung ataupun dari foto di FB, Twitter, Blog, dll.

Oke, baiklah mari kita bahas saja secara lebih jelas mengenai Hani dan kemiripannya dengan kami (Ayah dan Bundanya). Karena ternyata, Hani itu adalah perpaduan dari kami berdua (Ya jelas donk! namanya juga anak berdua :-P ). Yah, walaupun pada pandangan pertama banyak yang bilang Hani mirip Sidik atau mirip Leni sih, hehe..

Supaya lebih enak gimana kalo dijadiin dalam tabel hal-hal apa yang mirip, mirip dengan siapa, dan apanya yang membuat jadi mirip. Setujuu?? :-D

~Kemiripan Hani dengan Ayah dan Bunda~

Apanya?

Mirip siapa?

Kenapa mirip?

Mata Bunda (dan Ayah!) XD Mata nya Hani besar (baca: belo) dan melek banget katanya mirip sama Bundanya.
Tapi ternyata warna iris mata Hani agak coklat tua, kalo yang ini kayak Ayahnya :P
Alis Ayah Alisnya Hani pas baru lahir nggak keliatan karena tipis banget. Baru deh pas umur 1 bulan mulai tumbuh tebel. Sekarang tebel dan malah agak dobel :P Ini nurun dari Ayahnya (dari Bapaknya dan Kakeknya Sidik)
Bulu mata Ayah lagiii Hani alisnya lentik loh, kayak ayahnya (ngaku-ngaku nih ayah)
Rambut Bunda dan Ayah Pas baru lahir, rambutnya Hani tebel dan banyak kayak Bunda, walaupun nggak setebel Bunda sih. Semoga nanti tebel dan lebat ya kayak Ayah dan BundaRambutnya Hani juga kayaknya lurus, walaupun blom keliatan sih kalo panjang nanti. Tapi kayaknya lurus agak ikal kalo panjang, kayak Ayah Bundanya
Dagu Ayah! Bahkan dari pas Hani masih di rahim Bundanya dan di-USG, udah keliatan sama dr. Dewi (Obgyn-nya Leni) kalo si bayi dagunya lancip, hahaha… Dan ternyata pas udah lahir dagunya Hani bener lancip dan eksotis, just like his Dad :P
Hidung Bunda! Hidungnya persis Bunda diliat dari sisi manapun, haha… Ayah nyerah deh nggak ngaku-ngaku mirip :P
Bibir Ayah Bibirnya Hani merah merekah dan nggak tebel (nggak tipis banget juga sih) Kalo ini mirip sama Ayah. Trus juga bibir bagian atasnya Hani jeding (gw baru tau ternyata kata ini baku dan ada di KBBI loh! – Sidik) kayak Ayah
Kening/Dahi Ayah Bentuk dahinya Hani kalo kata Bundanya sih mirip sama Dahi ayah. Bentuk dahi ini juga yang membuat rambut bagian depannya Hani tumbuhnya mirip kayak rambut Ayah
Jari-jari Ayah Kata Bunda sih jari-jarinya Hani gede-gede kayak Ayah, apalagi jempolnya yang mirip kayak jempol ajaib Ayah, hehe
Kulit Bunda Walaupun Ayah (ngaku-ngaku) putih kulitnya, tapi masih putihan Bunda sih, dari kecil dulu sampe sekarang. Tapi kami berdua bersyukur Hani kulitnya putih dan bersih, lebih bagus malah dari Ayah Bundanya :P Oia, kulitnya Hani juga sensitif kayak Bunda. Mukanya sering merah-merah, padahal nggak ada sesuatu kayaknya yang jadi penyebab. Persis seperti BundanyaTrus juga Hani punya banyak rambut-rambut halus di kulitnya, kayak Bunda :D
Tinggi badan Ayah Walaupun Hani pas lahir panjangnya kurang dari 50 cm (48cm), tapi makin ke sini Hani makin tumbuh panjang, bahkan kalo dibandingkan bayi yang umurnya lebih beberapa bulan dari Hani. Jadinya Hani keliatan langsing, padahal sih gemuk juga.Semoga nantinya tinggi ya kalo udah gede :P
Kebiasaan Perpaduan Ayah dan Bunda - Hani susah tidur pules dan kalo tidur matanya sering nggak terpejam rapat, kayak Bundanya. Tapi kalo udah pules susah bangun kayak Ayahnya, haha…
- Hani sering bersin dan kadang juga langsung 2 kali, kayak Ayahnya :P
- Hani suka membuat ekspresi wajah yang epic dan lucu-lucu, kayak Ayahnya banget yang lebay ekspresif, haha
- Hani kalo nangis pelan-pelan dulu (pemanasan) baru kenceng (ngegas), kayak Bundanya :P
- Hani kalo mau nenen grasak-grusuk (kalo kata Bunda menyusuinya tipe Baraccuda XD) kalo yang ini mirip Ayahnya
- Hani awal-awalnya agak susah di-hek-in (sendawa) kalo abis nenen. Sekarang lebih gampang dan hek-nya gede kayak Ayah
- Hani gampang cegukan (hampir tiap bayi juga gini sih) dan ini mirip sama Bundanya :P
- Hani suka kalo diajak jalan-jalan keluar rumah, apakah itu keliling komplek kalo pagi atau naik mobil yang goyang kalo lewat jalan ga rata, kayak Bundanya nih ya :P

Yah kira-kira seperti itulah mengenai kemiripan Hani dengan Ayah dan Bundanya. Seimbang lah kemiripannya Hani, sebagian dari Ayah sebagian dari Bunda. Insya Allah semoga Hani mengambil yang baik-baiknya dari kami berdua, amiiin..

Gimana pendapat Om dan Tante semua?? Setuju ga sama yang ditulis oleh Ayah tentang Kemiripan Hani ini?? ~kata Hani

Happy 1st Wedding Anniversary, Sayang..

Seharusnya postingan ini dibuat tanggal 5 Februari lalu ya.. Biarin deh :p

* * *

Happy 1st wedding anniversary, sayang..

Gak kerasa ya sudah setahun kita bersama, hari demi hari merajut kasih dalam bangunan rumah tangga.

Memang tergolong masih muda, masih sangat muda usia pernikahan kita.

Kalau kata kebanyakkan orang, “Ah wajar, baru setahun. Masih penganten baru lah.. Masih mesra-mesranya”

Aku cuman bisa tersenyum saja membaca atau mendengar komentar-komentar tersebut.

Mereka memang tidak salah. Mungkin kita memang masih belum genap merasakan asam manis pahitnya kehidupan rumah tangga.

Mungkin ya tadi itu, karena kita masih terlalu muda, masih setahun mengecapnya.

Tapi harapan yang selalu kupegang teguh, semoga kita bisa terus saling mencintai karena-Nya sampai di surga sana.

 

Sayang, sudah berkali-kali kubercerita kepadamu, bahwa berpasangan denganmu sungguh tidak pernah terpikir olehku dulu

Pertama kali melihatmu di kampus, kesan pertama yang timbul adalah kamu orang yang menyebalkan, songong, sok tau, dan sejenisnya :D

Kamu pun tertawa dan mengatakan hal senada, bahwa kesan pertamamu padaku adalah bahwa aku anak rumahan yang manja. Apa-apa tergantung pada orang tua. Yang mana itu bertentangan sekali dengan prinsip hidupmu.

Dan sekarang, gak menyangka ternyata takdir-Nya memang seperti ini.

Aku dan kamu menjadi pasangan.

Dengan segala sifat dan karakter yang lebih banyak bertolak belakang, kita terus belajar untuk bisa saling melengkapi.

Kamu yang bawel dan aku yang sedikit pendiam

Kamu yang blak-blakan dan aku yang cenderung menghindari masalah

Kamu yang suka menganalisa juga berpikir panjang kali lebar dan aku dengan imajinasi-imajinasi tinggi yang terkadang gak realistis

Kamu yang suka makanan berkuah dan aku yang tidak suka

Kamu yang tidak suka kentang dan aku yang sangat suka kentang

Kamu yang rajin makan buah + sayur dan aku yang jarang makan buah + sayur

Kamu yang kalau makan bisa sampai licin cin cin dan aku yang pasti tidak pernah bisa selicin itu

Kamu yang perhatian pada hal-hal detail dan aku yang gak jarang ingat hal-hal detail bahkan nama orang pun sering terlupa

Banyaaaak banget kalau misalnya mau dibikin daftar perbedaan aku dan kamu

Tapi, nyata-nyatanya dan alhamdulillah kita bisa melaluinya ya :)

 

* * *

Udah speechless mau bilang apalagi.. Lagian aku gak mau tar yang baca pada jatuh cinta sama kamu hahaha (walaupun sepertinya sulit, karena kalau gak kenal kamu luar dalem mereka pasti bakalan berpikir terlebih dahulu bahwa kamu orang yang songong hahaha). Jadi kebaikan-kebaikanmu yang masih banyak itu cukup aku saja yang tau :p

Pokoknya, happy 1st wedding anniversary ya sayang. Aku yakin kamu bisa jadi kepala keluarga yang baik. Bersama kita bisa melalui segalanya.

Aamiin :)

Category: Pernikahan  Tags: , , ,  4 Comments

Lebaran Pertama Setelah Menikah

Lebaran Idul Fithri memang sudah lewat sekitar sepekan. Namun, banyak cerita yang saya dan Leni dapat dari Lebaran kali ini.

Ya, lebaran kali ini adalah lebaran pertama kami berdua sebagai pasangan suami istri. Tentunya banyak penyesuaian yang harus kami lakukan terkait dengan hal ini. Sebenarnya sih penyesuaian itu sudah mulai kami lakukan dari awal Ramadhan dan sebulan penuh. Pertama kali juga kan bagi saya sewaktu bangun sahur ada wanita cantik di sebelahnya Smile with tongue out . Perlu penyesuaian juga dengan kebiasaan sahur dan berbuka di keluarga baru, dan penyesuaian lainnya.

Kembali ke soal Lebaran, Alhamdulillah tahun ini saya dan Leni berlebaran hari pertama dan melaksanakan Sholat ‘Ied di wilayah rumah orangtua saya di Kemayoran. Kami berdua sudah ‘mudik’ ke sana dari hari Ahad siang. Kebetulan lebaran tahun ini semua anak-anaknya Ibu Bapak pada ngumpul di rumah. Dan tahun ini bertambah 1 anggota yaitu Leni, jadi total ada 15 orang keluarga Sutikno. Ditambah lagi dengan 2 ‘calon’ anggota yang masih berada di kandungan Mbak Septi dan Leni, hehehe… Insya Allah tahun depan (kalau masih dikasih kesempatan ketemu Ramadhan dan Idul Fithri) pasti tambah rame deh rumah Kemayoran.

Oiya, lebaran tahun ini juga pertama kalinya bagi Leni merayakan Idul Fithri hari pertama jauh (ya nggak jauh banget sih, cuma Gandul-Kemayoran) dari Mama dan Wawan.

Nah, karena banyaknya pertama kali bagi kami berdua itu, sehingga agenda terasa begitu padat bagi kami berdua. Senin-Selasa-Rabu pagi full dengan keluarga saya dan keluarga besar saat silaturahim Idul Fithri. Rencananya kami akan dijemput Rabu malam oleh Mama dan Wawan untuk kembali ke Gandul. Namun ada perubahan rencana dan kami dijemput jam setengah 3 hari Rabu, sekaligus Mama dan Wawan silaturahim ke keluarga saya.

Pulang dari Kemayoran, ternyata kami tidak langsung menuju Gandul. Kami langsung mulai berkunjung ke keluarga besar dan saudaranya Leni baik dari Papa maupun Mama. Jadilah Rabu siang-Kamis full kami berkeliling Jakarta dan sekitarnya untuk silaturahim. Alhamdulillah Jumat ada kesempatan untuk beristirahat bagi saya dan Leni, karena kebetulan saya juga mulai sakit perut saat itu, hehehe. Sabtu ada berita duka dari Eyang keluarga Leni, jadilah Sabtu itu juga kami ta’ziyah hingga memakamkan dan sekalian juga silaturahim. Ya bisa dibilang sepekan kemarin dari hari Ahad-Sabtu agendanya full silaturahim dengan keluarga kami berdua.

Sebagai anggota baru dari keluarga besar masing-masing, saya dan Leni mengalami serangkaian pengalaman baru dengan keluarga masing-masing. Ya sejujurnya ga semuanya berjalan mulus dan tanpa hambatan, tapi kami berdua berusaha sebaik mungkin untuk menjadi bagian yang baik dari keluarga. Alhamdulillah juga kami berdua bisa kompak saling mendukung dan menyemangati satu sama lain, sehingga bisa menyesuaikan diri alias adaptasi dengan lebih baik.

Pengalaman ini mungkin juga dialami oleh sebagian besar pasangan baru yang melewati Ramadhan dan Idul Fitri bersama untuk pertama kalinya. Kalo bagi saya sendiri, impact nya lumayan karena sampai membuat saya tidak sempat membalas ucapan lebaran lewat sms, bbm, atau tweet kepada saya. Insya Allah walaupun akhirnya tidak saya balas, saya sudah memaafkan semuanya dan juga mendoakan kita semua semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT. Maafkan saya ya karena tidak membalas Smile

Taqaballahu minna wa minkum.

C360_2011-08-31 11-53-01

Foto Rafif dan Naufal, 2 keponakan kami yang ganteng. Saya dan Leni sampai lupa foto berdua pas Lebaran *___*

The Wedding: Review & (Sedikit) Tips

Halo halo semua… Akhirnya kesampaian untuk apdet blog lagi setelah sekian lama. Maklum, pengantin baru, minggu-minggu awal masih agak riweh heuheuu.. :D

Anyway, mungkin banyak yang nanya ya, “Gimana kehidupan setelah pernikahan?”

Kalau bagi saya, “It’s challenging and fun every day”. Yah, buat yang masih belum jelas ama jawabannya, mendingan langsung feel the experience deh xp (baca: cepetan nikah juga gih hahaha).

Btw, di postingan kali ini mau sedikit mengulas tentang segala hal teknis yang mesti diperhatikan oleh mereka yang akan menyelenggarakan pernikahan. Tentu saja, semuanya dilihat dari sudut pandang saya :D Semoga aja bisa bermanfaat deh, apalagi buat yang getol banget nanya-nanya saya dan suami ke YM maupun SMS ;p Saya jembrengin di sini deh semuanya (yang saya inget) hohoho..

Oya beware, ini cuman soal teknis hari H-nya ya.. Disertai dengan sedikit tips n trik #hayah

1.       Gedung

Alhamdulillah, pas nikahan saya Februari lalu, mencari gedung bukanlah hal yang sulit. Saya mendapat Auditorium Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM sebagai tempat pernikahan karena almarhum ayah saya juga om saya bekerja di Hukum & HAM. Jadilah, prosedur pengurusan gedung lebih mudah & kita dapat harga lebih murah.

Awalnya sih, kita mau mengadakan pesta di rumah saja yang murah meriah. Tapi, karena pertimbangan repot dan pasti capek beberesnya habis acara, jadilah pilihan dialihkan untuk mengadakan resepsi di luar. Tapi, kelebihannya kalo ngadain di rumah, kamu bisa menghemat cukup banyak biaya yang mungkin bisa dialihkan ke konsumsi.

Anyway, selain gedung, masjid pun bisa dijadikan alternatif untuk mengadakan resepsi pernikahan. Biasanya, masjid yang bisa dijadikan tempat resepsi adalah masjid yang memiliki ruang serba guna atau auditorium. Contohnya, masjid Al-Bakrie di Rasuna Said, masjid Sunda Kelapa, masjid Al-Bina Senayan, dll

2.       Undangan

Nah, sekarang tentang undangan. Biasanya ya, salah satu hal yang bisa bikin berdebat adalah tentang jumlah orang yang akan diundang baik melalui cetak atau online. Nah, kalau saya dan Sidik, dulu hanya membuat 250 undangan cetak. Undangan cetak tersebut adalah undangan yang khusus diberikan kepada keluarga (termasuk sepupu juga keluarga jauh baik dari pengantin pria maupun wanita), dosen/guru, dan teman kantor. Kalau untuk teman-teman zaman kuliah atau sekolah dulu kami sepakat untuk mengundangnya dengan memanfaatkan media online, seperti web pernikahan, twitter, Facebook, mailing list.

Kelebihannya, biaya untuk undangan bisa lebih dihemat, dan kita memberi space lebih kepada undangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai calon pengantin melalui website lalu menuliskan ucapannya di sana. Nah, kekurangannya, kalau menurut saya, tidak semua kemudian menjadi “aware” dengan adanya undangan yang dikirimkan melalui media online. Dari 900-an teman yang dikirimkan FB invitation hanya separuhnya saja yang menjawab (baik attending/not attending). Separuhnya lagi saya yakin, entah mereka sudah tidak aktif bermain FB lagi atau memang tidak sadar akan adanya FB invitation.

Nah, kalau sudah begini, sebenernya saya bingung bagaimana mengakalinya. Kecuali kalau misalnya pengantin tersebut tidak berkeberatan untuk mengirimkan undangan cetak kepada semuanya.

Btw, untuk membuat undangan cetak, saya merekomendasikan membuatnya di Pasar Tebet. Banyak sekali percetakan undangan yang bisa kamu lihat di lantai basement Pasar Tebet. Silakan pilih-pilih yang sesuai dengan kantong dan selera. Untuk harga undangan bervariasi. Bisa dari Rp 5.000 – Rp 15.000 per lembar. Saran saya sih satu aja, bikin undangan gak perlu terlalu mewah. Kalau undangannya bisa bermanfaat juga lebih baik. Karena pastinya, undangan tersebut kemungkinan besar hanya dibaca untuk kemudian dibuang jika sudah tidak digunakan. Sayang gak sih mengeluarkan sampai berjuta-juta rupiah untuk kemudian dibuang begitu saja xp

Kalau mau buat undangan yang unik jg bermanfaat, mungkin undangan tersebut bisa dipadukan dengan kalender, atau bentuk undangan kipas, dipadukan dengan note, dll.

Silakan berkreasi :D

3.       Konsumsi

Untuk pemesanan konsumsi, kalau bisa dapet dari kenalan keluarga, harganya bisa jadi lebih murah loh. Terus untuk jumlah konsumsi yang dipesan, biasanya sih 2 kali lipat dari jumlah undangannya. Karena biasanya, yang diundang atas nama satu orang, tapi anak/pacar/keluarga ikutan juga.

Misal orang yang diundang 250, maka siapkan 500 (250×2) porsi makanan untuk konsumsi. Ini maksudnya makanan utama loh. Kalau untuk makanan yang di gubugan, bisa jadi kamu pesen 100 porsi untuk tiap jenis makanan. Misal, 100 porsi siomay, 100 porsi dimsum, dll.

4.       Baju

Untuk baju pengantin, sebenernya ada beberapa pilihan. Kamu bisa beli, jahit, atau sewa. Kalo kemarin, saya milih sewa untuk baju akadnya, sedangkan untuk resepsinya saya memilih untuk jahit baju baru. Pertimbangannya sih, supaya baju resepsi nantinya bisa juga dipakai untuk menghadiri acara-acara pernikahan yang lain. Kebetulan baju resepsi saya kemarin, desainnya sengaja yang sederhana tapi charming.

Photo Courtesy: Muhammad Yudha Adhiatma

Untuk sewa, keuntungannya kamu bisa saja gonta-ganti baju sampe 3-4 kali saat resepsi. Biasanya satu baju itu disewakan 200-300ribu rupiah. Ini nyewanya sih bukan di tempat atau butik yang terkenal hehehe. Gak tau ya kalo di butik-butik gitu, harganya mungkin jauh lebih mahal.

5.       Hiburan

Untuk hiburan kemarin, kebetulan om dan tante saya yang baik hati mau membantu dengan mengenalkan pemain organ dan vokalis yang cukup oke. Katanya sih mereka biasa ngiringin Choky Sitohang gitu deh kalo ada acara. Gak tau juga ya :p

Overall, untuk hiburan, saya cuman bisa nyaranin kamu untuk bikin list lagu yang mau dimainkan. Kalau bisa sih udah dikasih list-nya paling tidak 2 minggu sebelum hari H. Biar penyanyinya bisa siap-siap untuk bawain lagu-lagu tersebut.

Kalau mau kreatif sedikit, kamu juga bisa minta tolong anak kampus untuk mengisi di slot hiburan ini loh.

6.       Rias

Untuk rias, biasanya sih dia udah sepaket sama penyewaan baju pengantinnya. Cuman kalo mau beda juga gak masalah. Kamu bisa coba untuk sewa jasa tukang rias di salon muslimah misalnya.

7.       Foto

Berhubung saya gak pake foto pre-wedding, maka kemarin saya dan suami mengakalinya dengan memesan karikatur wajah kita berdua yang sedang memakai baju pengantin dan mengucapkan “Selamat Datang”. Yang bikin karikatur waktu itu kebetulan sepupu saya, namanya Anin. Coba lihat hasilnya di bawah. Oke kan? Btw kalau kamu minat, bisa juga loh hubungin dia di anienday@yahoo.com atau twitter: @anienday

Photo Courtesy: Muhammad Yudha Adhiatma

Sedangkan untuk foto pas wedding-nya, saya pakai jasa dari kenalannya om. Waktu itu ngambil paket yang foto + video + interview.

8.       MC

Kalo saya kemarin, MC-nya itu dari tukang riasnya. Dan menurut saya sih MC-nya cukup oke hehehe..  At least, dia sudah biasa membawakan acara, jadi dia banyak membantu mengenai alur acara akad dan resepsi kita. Untuk MC, sebenernya kamu pun bisa menunjuk teman kamu untuk jadi MC.

9.       Suvenir

Nah, last but not least adalah suvenir. Berapa jumlah suvenir yang harus kamu siapkan? Kalo menurut saya, sama dengan jumlah undangan cetak yang disebarkan, tapi dilebihkan sedikit (misal dilebihkan 50). Untuk tempat belinya, cobalah ke Pasar Mester Jatinegara. Kalau saya dulu belinya di Zidane Souvenir. Banyak banget pilihan di sana! :D

Awalnya, saya sempat memilih ingin membeli green souvenir, semacam pohon atau bibit tanaman. Kan oke tuh, hehehe.. Tapi setelah dipikir-pikir lagi kekurangan dari suvenir ini adalah ukurannya. Kadang ada tamu yang gak mau membawa pulang suvenir pohon karena repot membawanya. Atau kalau misalnya suvenirnya bibit, rasanya seperti kurang pantas. Ya tapi itu terserah kamu juga sih. Hehehe ;)

* * *

Oke, mungkin itu sedikit tips dan trik untuk teknis menyelenggarakan resepsi pernikahan. Emm, apa justru lebih banyak review acara saya ya? Ahahah, biarlah. Semoga aja ada sedikit manfaat yang bisa diambil ;)

Oya tambahan, jangan lupa banyak-banyak istighfar, bersedekah, berbuat baik, meminta maaf kepada mereka yang tersakiti, dan berdoa sebelum hari H ya.. Kita kan gak akan tau, apa yang terjadi nanti walau kita merasa persiapannya sudah 100% oke. Semoga saja pada saat hari H, acara kita dihindarkan dari segala macam musibah yang mungkin terjadi. Amin ;D

Selamat Datang di Catatan Mimpi Kami: http://lenisidik.com!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur, saya dan Leni memperkenalkan http://lenisidik.com. Website/Blog ini hadir sebagai tempat mendokumentasikan mimpi-mimpi besar kami, yang perjuangan untuk menggapainya Insya Allah ada dimulai dengan pernikahan kami.

Bagi teman-teman yang ingin mengenal kami lebih lanjut, bisa membaca “About Us | Sidik” dan “About Us | Leni” di bagian kanan atas blog ini.

Di blog ini juga kami mengundang rekan-rekan dan sahabat semua untuk bisa datang ke nikah dan walimah kami, lewat online wedding invitation yang dipersembahkan oleh Vidiyan.com. Informasi lengkapnya sila klik “Walimah” di pojok kanan atas blog ini. Atau klik di image di bawah ini.

Harapan kami berdua, semoga keberadaan blog ini bisa menginspirasi teman-teman semua untuk bermimpi besar dan kemudian bersemangat untuk menggapainya. Kami juga memohon doa dari rekan-rekan semua agar kami berdua bisa membangun rumah tangga dan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah dan selalu dilimpahi barakah dari Allah SWT, Amiin.

Sidik dan Leni