Meneruskan Studi?

Beberapa hari lalu saat saya menghadiri suatu acara seminar, saya bertemu dengan kakak kelas saya waktu di kampus. Karena memang kami tidak begitu saling mengenal waktu di kampus, akhirnya obrolan kami hanya berkisar soal kampus, dan sekitarnya.
Salah satu hal yang ditanyakan oleh kakak kelas saya tersebut adalah, “Nggak berencana ngelanjutin kuliah? S2 di kampus gitu?”
Dengan cukup percaya diri saya menjawab bahwa saya berniat untuk melanjutkan studi master di luar Indonesia. Tidak dengan biaya sendiri tentunya, tapi dengan mencari beasiswa master yang banyak diadakan/diberikan oleh beragam lembaga.
—–
Ya, saya memang berencana suatu hari nanti akan meneruskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah, jenjang sarjana sudah saya lewati dengan cukup baik. Yah, walaupun tidak berhasil lulus tepat waktu (4 tahun, 8 semester) tapi dengan nilai yang sangat memuaskan. Dan karena jadi pejuang 45 (ini istilah saya dan teman-teman saya yang juga lulus 4,5 tahun), saya mendapatkan banyak pelajaran hidup yang cukup berpengaruh dalam jalan hidup saya. Dan yang paling utama, saya jadi ketemu jodoh saya sekarang, hehe ![]()
Nah, selanjutnya adalah jenjang S2 alias master. Pernah sih kepikiran pengen S2 di Indonesia aja, ngambil Magister Manajemen gitu di salah satu Institut/Sekolah Tinggi/Universitas. Tapi kok, dipikir-pikir sayang ya kalo saya belum berusaha dan mencoba mendapatkan beasiswa master ke luar Indonesia. Akhirnya, saya coba mencari-cari tahu tentang berbagai macam beasiswa yang ditawarkan bagi calon mahasiswa dari Indonesia. Mulai dari Erasmus Mundus, Fullbright, Stuned, AusAid, NTU, dll. Sempat tertarik sama salah satu program yang ada di Erasmus, yaitu IMMIT. Program ini memang satu-satunya dari sekian banyak program Master Erasmus yang sesuai dengan minat saya. Udah pernah nanya-nanya juga ke Mia yang sedang mengikuti program CIMET, salah satu program di Erasmus Mundus. Namun, setelah dipikir-pikir bahwa nantinya bakal cukup repot sewaktu mengurus VISA dan perijinan tinggal akan susah. (saat itu sudah ada konsideran bahwa nantinya saya sudah menikah dan akan mengajak istri saya ke Eropa)
Setelah itu, saya agak nggak prefer untuk mencoba beasiswa Erasmus. Saya prefer yang ke satu negara aja. Preferensi ini juga akhirnya cukup dipengaruhi oleh impian Leni yang pengen banget bisa menjejakkan kakinya di negeri Londo alias Belanda alias Netherlands. Yup, betul banget! Saya berencana Insya Allah nanti akan meneruskan studi master di Belanda. Saya juga sudah melakukan riset kecil-kecilan soal beasiswa apa saja yang tersedia, program studi yang ingin saya ambil, universitas pilihan, hingga persyaratan yang perlu saya persiapkan.
Dari sekian banyak pilihan yang tersedia, saya masih memilih domain Teknologi Informasi dan agak beririsan juga dengan bisnis dan manajemen. Salah satu program yang paling saya idamkan adalah M.Sc. Manajemen of Technology di Technische Universiteit Delft (TU Delft) alias Delft University of Technology di Delft, Belanda. Ada juga beberapa program lain seperti M.Sc. Business Information Systems di Technische Universiteit Eindhoven (TU/e) alias Eindhoven University of Technology, atau M.Sc. Business Information Technology di University of Twente.
Bisa dilihat ketiganya mempunyai beberapa kemiripan. 1) Ketiganya program Master of Science alias gelarnya M.Sc. 2) Domain ilmu nya agak beririsan, yaitu management, business, dan information technology. 3) Sama-sama di Belanda, hehe.
Itu untuk programnya. Kalo beasiswanya ada beberapa yang ditawarkan untuk bisa meneruskan studi ke Belanda. Ada StuNed, Huygens, NFP, Shell, sampai beasiswa dari Kemenkominfo. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://www.nesoindonesia.or.id/
Nantinya saya akan mencoba untuk apply salah satu program beasiswa itu, tapi sepertinya yang paling feasible adalah beasiswa dari kemenkominfo. Insya Allah, sekarang saya dalam tahap menyiapkan segala macam kebutuhan, hehe…
“Terus, kapan apply nya?”
“Insya Allah, paling cepat tahun 2013 atau 2014.”
“Loh kok masih lama?” Ya gapapa, hehe. Soalnya saya baru aja masuk di kantor yang sekarang, dan saya masih betah untuk terus belajar dan mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja. Saya masih ingin berprestasi di perusahaan ini, minimal menjadi peraih Star Awards lah #eaaaa. Ditambah lagi, beasiswa yang saya mau apply butuh persyaratan minimum 2 tahun pengalaman kerja.
Sipp deeeeeh… Semoga diberikan kelancaran oleh Allah yaaa… Buat temen-temen yang punya niat untuk meneruskan studi ke luar Indonesia, berjuang bersama-sama yuuuk!
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumuah ayat 10)





Recent Comments